Eks PM Thailand Thaksin Bebas dari Penjara

Perdana Menteri Thailand Dibebaskan Lebih Awal, Spekulasi Kembalinya Ke Panggung Politik

JAKARTA – Pada Senin pagi, 11 Mei 2026, mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, resmi dibebaskan dari Penjara Pusat Klong Prem di Bangkok. Pembebasan ini terjadi lebih awal dari masa hukumannya, yang menimbulkan berbagai spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya tokoh penting ini ke dunia politik nasional.

Menurut laporan yang diterbitkan, Thaksin keluar dari penjara sekitar pukul 07.40 waktu setempat. Ia telah menjalani hukuman selama satu tahun atas kasus korupsi sejak September 2025. Selama empat bulan masa pembebasan bersyarat, ia wajib mengenakan alat pemantau elektronik sebagai bagian dari prosedur hukum.

Disambut Oleh Keluarga dan Pendukung

Di luar penjara, suasana sangat ramai sejak dini hari. Ratusan pendukung Thaksin yang mengenakan kaus merah, warna identitas gerakan pendukungnya, berkumpul di sepanjang pagar penjara. Beberapa petinggi Partai Pheu Thai juga hadir, termasuk anggota parlemen dan mantan pejabat yang pernah bekerja di bawah pemerintahan Thaksin.

Setelah keluar dari penjara, Thaksin yang mengenakan kemeja putih dan celana panjang tampak memeluk putrinya, Paetongtarn Shinawatra. Ia kemudian menyapa anak-anak, cucu, kerabat, serta para pendukung yang menunggu di gerbang penjara.

Thaksin juga dijadwalkan melapor ke Kantor Probation Bangkok 1 di distrik Bangkok Noi sesuai dengan prosedur Departemen Pemasyarakatan Thailand.

Pendukung Percaya Thaksin Akan Tetap Berpolitik

Bagi para pendukungnya, hukuman yang dijatuhkan kepada Thaksin dianggap tidak layak. Rommanee Nakano, 76 tahun, pendukung dari Provinsi Chiang Rai, mengatakan bahwa Thaksin adalah sosok yang selalu memikirkan rakyat.

“Dia orang yang sangat baik. Apa pun yang dia lakukan, dia melakukannya untuk rakyat. Dia hanya ingin rakyat cukup makan dan memiliki kehidupan yang layak,” kata Rommanee.

Janthana Chaidej, 70 tahun, yang mengambil cuti dari pekerjaannya sebagai juru masak restoran untuk menyambut Thaksin, menilai mantan perdana menteri itu tidak akan benar-benar meninggalkan politik. “Saya tidak berpikir dia akan meninggalkan politik. Mungkin dia akan menjauh selama beberapa bulan, tetapi dia tidak akan keluar dari politik,” ujarnya.

Peran Thaksin dalam Politik Thailand

Selama dua dekade, Thaksin dan Partai Pheu Thai Party menjadi kekuatan utama yang menantang elite konservatif pro-militer dan monarki Thailand. Keluarga Shinawatra telah melahirkan empat perdana menteri dan membangun basis dukungan kuat, terutama di wilayah pedesaan.

Meski Pheu Thai mencatat hasil terburuknya dalam pemilu Februari 2026 dengan menempati posisi ketiga, partai itu tetap berada dalam koalisi pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Anutin Charnvirakul. Kondisi ini membuka peluang bagi Thaksin untuk kembali memainkan peran penting dalam politik Thailand, meski tidak lagi memegang jabatan resmi.

Dengan pengalaman dan pengaruhnya yang besar, Thaksin masih bisa menjadi figur penting dalam dinamika politik negara ini. Banyak pihak percaya bahwa ia akan tetap aktif dalam isu-isu nasional, meskipun dalam bentuk lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *