Harga Tahu dan Tempe di Kabupaten Pasangkayu Masih Stabil
JAKARTA – Harga tahu dan tempe di Kabupaten Pasangkayu masih terjaga dengan stabil hingga akhir Mei 2026. Meski berbagai faktor ekonomi bisa memengaruhi harga bahan pokok, keduanya tetap menjadi pilihan utama masyarakat sebagai sumber protein alternatif yang terjangkau.
Beberapa pedagang di wilayah Pasangkayu mengungkapkan bahwa harga jual tahu dan tempe tidak mengalami perubahan selama beberapa bulan terakhir. Di sejumlah lapak sayur dan kebutuhan pokok, seperti di Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, harga tetap konsisten.
Salah satu pedagang, Muslimin, menjelaskan bahwa tahu dijual dengan harga Rp5 ribu untuk empat potong, sedangkan tempe ukuran kecil dibanderol Rp5 ribu untuk tiga bungkus. Sementara itu, tempe ukuran besar juga dijual dengan harga yang sama, yaitu Rp5 ribu per bungkus.
Menurut Muslimin, harga yang stabil ini memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan dari pemasok, sehingga harga jual kepada konsumen tetap sama.
Meskipun harga tidak berubah, Muslimin mengakui bahwa ukuran tahu dan tempe yang beredar saat ini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya. Ia menilai, hal ini dilakukan oleh beberapa produsen agar tetap menjaga harga jual meskipun biaya produksi sedang mengalami fluktuasi.
“Kalau diperhatikan, ukurannya ada yang sedikit lebih kecil dari sebelumnya. Mungkin itu cara produsen supaya tidak menaikkan harga,” ujarnya.
Permintaan tahu dan tempe dari masyarakat masih cukup tinggi. Hal ini karena kedua produk tersebut mudah diolah dan memiliki nilai gizi yang baik. Selain itu, keduanya dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Muslimin berharap agar harga bahan baku utama, seperti kedelai, tetap stabil. Dengan demikian, harga tahu dan tempe di tingkat konsumen juga akan tetap terjaga.
“Semoga harga bahan bakunya tetap aman supaya harga jual ke masyarakat juga tetap stabil,” harapnya.
Pantauan di sejumlah lapak penjual sayur di Kecamatan Bambalamotu menunjukkan bahwa harga tahu dan tempe relatif seragam. Hingga akhir Mei 2026, komoditas ini masih menjadi salah satu bahan pangan yang paling banyak dicari warga untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Berikut beberapa hal yang membuat tahu dan tempe tetap diminati:
Sumber protein alternatif yang terjangkau
Mudah diolah dan cocok untuk berbagai resep masakan
Dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat
Nilai gizi yang baik dan kaya akan kandungan protein
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski ada perubahan kecil pada ukuran produk, masyarakat tetap puas dengan harga yang stabil. Dengan begitu, tahu dan tempe tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehari-hari di wilayah Pasangkayu.






