Nyimas Laula Viral, Akun Instagram Kontributor Terkenal Menghilang Tiba-tiba

Kehilangan Akun Instagram Nyimas Laula dan Kontroversi Video di Gym Bali

JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan Nyimas Laula memarahi seorang pria di sebuah gym di Bali kini menjadi sorotan publik. Insiden ini memicu perbincangan di media sosial, terutama karena sosoknya yang dikenal sebagai fotografer Indonesia dengan fokus pada isu lingkungan hidup dan hak asasi manusia.

Nyimas Laula tidak hanya dikenal sebagai fotografer, tetapi juga sebagai kontributor untuk berbagai media internasional seperti New York Times dan Wall Street Journal. Namun, kejadian tersebut menimbulkan reaksi negatif dari warganet, terutama karena kata-kata kasar yang ia ucapkan dalam video tersebut.

Perubahan pada Akun Instagram

Di tengah kontroversi tersebut, akun Instagram milik Nyimas Laula kini menjadi perhatian. Berdasarkan penelusuran, akun @nyimaslaula tidak lagi muncul dalam hasil pencarian. Penyebab hilangnya akun tersebut masih belum diketahui. Belum ada informasi pasti apakah akun itu dinonaktifkan sementara, dihapus oleh pemiliknya, atau hanya berganti nama pengguna. Sampai saat ini, Nyimas belum memberikan klarifikasi resmi mengenai hal tersebut.

Baca Juga  KBIHU Nashita Al Hujjaj Aisyiyah Aceh Siapkan Manasik Haji dan Umrah 2026

Tanggapan Nyimas Laula

Menanggapi video yang viral, Nyimas sempat menyampaikan klarifikasi melalui akun Threads miliknya. Ia menjelaskan bahwa emosinya dipicu oleh tindakan pria tersebut yang beberapa kali melintas di area platform saat dirinya sedang melakukan sesi Olympic weightlifting. Menurut Nyimas, area tersebut adalah khusus untuk latihan dan percobaan personal record (PR), sehingga tidak semestinya ada orang yang berjalan di dekat atlet yang sedang mengangkat beban.

Ia menilai tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan. Meski telah memberikan penjelasan, tanggapannya belum sepenuhnya meredakan kritik. Banyak warganet mengaku memahami alasan terkait keselamatan, tetapi menilai cara Nyimas meluapkan emosinya berlebihan dan tidak pantas.

Baca Juga  Kronologi Lurah Fadli Terjatuh ke Parit Saat Pemasangan Polisi Tidur

Profil Nyimas Laula

Dari website pribadinya, Nyimas Laula mengaku sebagai fotografer asal Indonesia yang berfokus pada isu lingkungan hidup dan hak asasi manusia. Kariernya dimulai pada 2015 dan sejak itu karya-karyanya telah dipublikasikan oleh berbagai media internasional seperti Reuters, The New York Times, The Wall Street Journal, National Geographic, Bloomberg, hingga Vogue.

Pada awal kariernya, Nyimas mendokumentasikan kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh serta meliput kebakaran hutan terbesar dalam sejarah Indonesia untuk Greenpeace. Pada 2019, ia menghabiskan enam bulan menelusuri persoalan pencemaran plastik di Bali sekaligus mendokumentasikan inisiatif masyarakat dalam mengatasinya.

Karya-karyanya juga dipamerkan di berbagai ajang internasional, termasuk Photoville di New York City, Hong Kong Press Club, dan Jamii Esplanade di Toronto melalui proyek dokumenter berjudul INSIDE. Pada 2021, ia turut menyutradarai serial dokumenter yang mengangkat dampak pandemi Covid-19 terhadap komunitas petani gula kelapa di Jawa Tengah.

Baca Juga  Biaya Konstruksi Tol Pejagan-Cilacap Capai Rp 43,53 Triliun, Pembebasan Lahan Dimulai dari Sini

Penghargaan dan Kolaborasi

Sepanjang kariernya, Nyimas telah meraih sejumlah pengakuan internasional. Pada 2024, ia menerima Award of Excellence in Journalistic Innovation dalam SOPA Awards melalui proyek Beneath The Sands bersama Environmental Reporting Collective. Sebelumnya, pada 2022, serial dokumenter Farmers Fighting The Global Crisis masuk nominasi The Webby Awards untuk kategori Unscripted Documentary.

Karya-karyanya juga pernah dipublikasikan oleh berbagai media dunia, seperti The New York Times, Reuters, The Wall Street Journal, National Geographic, Vogue, The Washington Post Magazine, Rest of World, DER SPIEGEL, DIE ZEIT, hingga VICE News. Selain itu, Nyimas pernah mengerjakan proyek untuk sejumlah klien seperti Greenpeace Indonesia, Samsung Indonesia, Clinique, Dove, Kopernik, dan GirlGaze.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *