Pemprov dan Pemkab Brebes “Keroyok” Kemiskinan Ekstrem, Pendidikan hingga Pangan Jadi Prioritas

Kemiskinan Ekstrem Brebes
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Kabupaten Brebes. (Foto: Mantiq Media)

“Begitu ada problem di desa atau kecamatan, seluruh dinas harus ikut menyelesaikan. Jadi tugas bupati dan DPR menjadi lebih ringan karena seluruh elemen bergerak bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang pada 2026 mengalokasikan bantuan senilai Rp28,01 miliar untuk Kabupaten Brebes.

“Bantuan ini sangat besar artinya bagi kami karena menjangkau hampir seluruh dimensi kemiskinan,” ujar Paramitha.

Ia merinci, bantuan tersebut meliputi Rp16,55 miliar dari Dinas Pendidikan untuk pembiayaan sekolah bagi 101 sekolah dan lembaga pendidikan, Rp7,03 miliar dari Dinas Pertanian dan Peternakan untuk rehabilitasi 28 paket irigasi tersier serta bantuan benih dan sarana produksi pertanian, hingga Rp1,52 miliar dari Dinas Sosial untuk bansos Kajen, usaha ekonomi produktif, dan kelompok usaha bersama.

Selain itu, terdapat bantuan Rp900 juta dari Dinas Perumahan dan Permukiman untuk pembangunan 18 rumah baru bagi korban bencana, serta dukungan dari sejumlah OPD lainnya seperti Dinas Komdigi, ESDM, Kelautan, Ketahanan Pangan, Permasdes, dan Biro Kesra.

Tak hanya fokus pada pengentasan kemiskinan, Pemprov Jawa Tengah juga memberikan dukungan Rp11 miliar untuk peningkatan kawasan wisata melalui pembangunan ruas jalan menuju Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan.

Sementara itu, Rp1,42 miliar dialokasikan untuk revitalisasi bangunan pelatihan kerja guna meningkatkan kompetensi pencari kerja di Brebes.

“Inilah cara berpikir yang utuh. Kemiskinan kita keroyok dari hulunya, ekonomi rakyat kita tumbuhkan lewat wisata, dan kompetensi tenaga kerja kita siapkan melalui pelatihan,” kata Paramitha.

Bupati juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Brebes telah menjalankan berbagai program konkret dalam pengentasan kemiskinan ekstrem melalui tagline Brebes Beres.

Beberapa capaian yang berhasil diraih di antaranya penurunan angka stunting dari 23,1 persen menjadi 13,1 persen, renovasi 1.375 rumah tidak layak huni, jambanisasi bagi 1.581 rumah tangga, layanan kesehatan door to door untuk lebih dari 204 ribu warga, hingga program Gas Rolas yang berhasil mengembalikan 628 anak putus sekolah ke bangku pendidikan.