Dalam sektor pangan, Brebes disebut tetap menjadi salah satu penopang utama Jawa Tengah. Kabupaten ini menyumbang 60 persen produksi bawang merah Jawa Tengah dan 20 persen produksi nasional, bahkan telah menembus pasar Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Produksi padi Brebes pada 2025 juga melampaui target, dari 575 ribu ton menjadi 607 ribu ton.
Paramitha berharap dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berlanjut, khususnya untuk program rumah tidak layak huni (RTLH), sanitasi, perluasan sekolah kemitraan, dan layanan dokter spesialis keliling bagi masyarakat di pelosok desa.
“Dengan dukungan pemerintah provinsi, kami optimistis target penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah dapat tercapai lebih cepat, dan Brebes siap menjadi salah satu kontributor utamanya,” pungkasnya.
Usai kegiatan di Pendopo, Gubernur dijadwalkan meninjau tiga lokasi intervensi penanganan kemiskinan ekstrem, yakni sekolah kemitraan di SMK Muhammadiyah Wanasari, PT Gold Emperor di Kecamatan Tanjung sebagai contoh penyerapan tenaga kerja lokal, serta rumah tidak layak huni di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan.












