BREBES – Harga bawang merah di Kabupaten Brebes mengalami penurunan atau anjlok beberapa hari terakhir ini. Saat ini, harga bawang merah yang super cross hanya dikisaran Rp20 ribu per kilogram. Penurunan harga bawang merah di Kabupaten Brebes ini juga dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia Dian Alex Chandra saat dikonfrimasi, Selasa 21 Juli 2026 malam.
Alex menyebtukan, ada beberapa faktor penyebab turunnya harga bawang di Kabupaten Brebes. Diantaranya, sudah mulai memasuki masa panen raya dan rendahnya daya beli masyarakat di pasar menjadi penyebab turunnya harga bawang merah. Alex menyebutkan, untuk harga bawang yang super B dihargai dikisaran Rp18 ribu per kilogram sedangkan yang super A Rp19 per kilogram.
“Adanya penurunan daya beli di pasar menjadi salah satu faktor turunnya harga bawang merah. Contohnya kemarin, di Jakarta datang 28 truk (bawang merah) sampe ada restan (sisa) 3 truk sih bagaimana?,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dengan jumlah yang sama (puluhan truk di pasar di Jakarta) itu sebenarnya tidak ada pengaruh apa-apa jika permintaan daya beli tidak ada penurunan. “Indikator daya beli berkurang itu lantaran kemarin itu kan habis libur kenaikan kelas, mungin tadinya warga beki satu kilo ini belinya hanya seperempat jadi ada pengurangan jumlah beli,” terangnya.
“Kemudian, kalau di bulan jawa kan ada satu Muharom. Di bulan itukan jarang orang hajatan, jadi bisa juga mempengaruhi jumlah pembeli karena warga yang membelinya berkurang. Jadi, belinya masih skala biasa, lanjutnya.
Ditambah lagi, kata dia, sejumlah daerah di Pulau Jawa seperti Brebes, Nganjuk, Cirebon, Probolinggo, Bojonegiro dan Situbondo juga sudah mulai masuk masa panen raya. “Kemudian di Indonesia bagian timur seperti Bima, Sumbawa dan Flores juga sudah mulai masuk masa panen raya,” terangnya.
Dengan harga yang saat ini turun menjadi dikisaran Rp17-22 ribu per kilogram, sebagai Ketua ABMI diharapkan petani bisa menahan untuk tidak menjualnya. Hanya saja, dirinya mengembalikan kembali ke masing-masing petani.
“Aslinya dengan harga segitu sebenarnya petani masih bisa untung menurut perhitungan saya. Namun, dengan catatan harga benihnya itu tidak di atas Rp60 ribu per kilogramnya. Tapi yang terjadikan, untuk panenan bulan Agustus nanti kebanyakan petani membeli benihnya di atas Rp60 ribu per kilo, jadi jelas itu tidak menutup,” jelasnya.
Dia berharap dengan adanya penurunan harga bawang setiap panen raya pemerintah bisa mencarikan solusi yang nyata. Menurutnya, keberadaan Gudang CAS (Controlled Atmosphere Storage) di Brebes sudah menjadi salah satu solusi dari pemerintah. Akan tetapi, dengan kapasitas yang hanya muat 100 ton saja itu tidak cukup.
“Sudah ada solusi, tapi pemerintah belum menjalankan itu sendiri. Kami sudah bolak balik mengusulkan pembangunan storage yang besar atau bisa menampung 10 ribu ton, tapi yang ada di Brebes saat ini baru muat 100 ton,” ucapnya.
“Kalau bisa seperti di Bulog yang bisa melakukan penyerapan gabah, jadi jika ada penurunan harga bawang dan ada storage yang dapat menampung 10 ribu ton kan bisa menampung hasil panen dari para petani,” pungkasnya.
Daya Beli Lemah dan Panen Raya Picu Harga Bawang Merah Brebes Anjlok
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Profil dan Perjalanan Ridho Illahi dalam Budidaya Bawang Merah BELITUNG – Ridho Illahi, seorang petani…











