Manfaatkan Sampah MBG untuk Budidaya Maggot, Bisa Hasilkan 3 Kwintal Maggot

BREBES – Pengelolaan sampah terintegrasi di wilayah Kecamatan Losari yang diresmikan Wakil Bupati Brebes Wurja satu bulan yang lalu. Tempat pengelolaan sampah terintegrasi itu kini sudah mulai berjalan mengeloah sampah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Memanfaatkan sampah dari hasil Makanan Bergizi Gratis (MBG), tempat pengelolaan sampah yang dinisiasi oleh Forum Mitra Ketahanan Gizi Brebes yang beranggotakan pemilik SPPG di wilayah Kecamatan Losari ini berhasil mengolah sampah hasil MBG untuk budidaya maggot.

Data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes menyebutkan total ada 1.300 ton produksi sampah per hari di Kabupaten Brebes.

Atas dasar itulah, Forum Mitra Ketahanan Gizi Brebes yang beranggotakan pemilik SPPG di wilayah Kecamatan Losari membuat tempat pengelolaan sampah khusus. Lokasi pengelolaan sampah berada di Desa Dukuhsalam, Kecamatan Losari. Total, tempat pengelolaan sampah berintegritas ini berada di lahan seluas 11 ribu meter persegi.

Ketua Formagi Muhaemin melalui Wakil Ketua Untung Surodi mengatakan, awal mula pembukaan budidaya maggot ini total menghabiskan 30 gram bibit magit untuk kapasitas 16 biopon. “Nah dari hasil pembukaan bibit maggot tersebut menghasilkan 80 kilogram maggot,” ungkapnya, Selasa (21/7/2026).

Bahkan, untuk saat ini dengan hasil tersebut pihaknya telah bisa melakukan pembibitan sendiri. Saat ini, pihaknya sudah bisa mencukupi bibit maggot untuk 120 biopon yang telah dilakukan dilakukan penambahan beberapa pekan yang lalu.

“Kalau untuk sekarang, dari 30 gram bibit maggot untuk kapasitas 16 biopon, sekarang bisa melakukan pembibitan sendiri untuk mengisi 120 biopon dengan rata-rata telur maggot per biopon sebanyak 4 gram yang dapat menghasilkan 5 kg maggot dengan massa panen per 15 hari sekali,” terangnya.

Saat disinggung mengenai hasil panen tersebut, Untung menyebutkan saat ini hasil panen dipakai untuk Formagi. Di mana, di Formagi sendiri tidak hanya budidaya maggot pihaknya juga membudidayakan ikan lele sebagai pendukung di sektor perikanan.

“Untuk hasil sementara dipakai sendiri untuk pakan ternak lele, trus dibuat tepung maggot untuk bahan pakan bebek yang rencana juga untuk ternak sendiri,” dia menerangkan.

Dia melanjutkan, untuk saat ini program yang sudah dilaksanakan Formagi dari hasil limbah sampah MBG diantaranya ternak maggot, pembuatan kompos dan ternak lele. Dan untuk program ke depan yakni ternak kambing dorper dan domba garut aerta ternak bebek peking.

“Dengan kapasitas lahan 11.000 meter persegi ini bisa menampung sampah MBG dari 3 kecamatan. Namun, untuk saat ini masih terfokus di wilayah Kecamatan Losari,” terangnya.

Baca Juga  Lebaran Usai, PLN UP3 Tegal adakan Halal Bihalal