Sampah MBG di Brebes Capai 22 Ton Per Hari, Formagi Ngadu ke DPRD dan Pemkab Brebes

Sampah MBG Brebes
Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi) Kabupaten Brebes melakukan audiensi terkait sampah MBG ke DPRD Brebes. (Foto: Istimewa)

BREBES – Keberadaan dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Brebes masih menyisakan persoalan yang harus diberesi, terutama tata kelola persampahan. Terhitung di Brebes ini sudah ada 221 dapur yang beroperasi. Dari dapur yang beroperasi ini masing masing dapur menghasilkan sampah minimal 100 kg per hari (22.100 kg atau 22 ton per hari).

Menumpuknya sampah dapur MBG menjadi persoalan yang harus segera ditangani karena produksi sampah rumah tangga di Kabupaten Brebes sendiri juga menjadi persoalan yang krusial. Berangkat dari persoalan itu, Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi) Kabupaten Brebes meminta pemerintah daerah turut berperan untuk mengatasi masalah baru ini.

Wakil Ketua Formagi Brebes, Untung Surodi mengatakan, pihaknya meminta pendampingan dari Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes dan KPPG BGN Provinsi Jawa Tengah untuk menguraikan pola kolaborasi antar leaading sektor agar
tata kelola sampah dapur MBG bisa berjalan beres dan baik.

“Ini adalah persoalan yang harus ditata agar tidak menjadi beban sampah oleh pemerintah daerah. Karena produksi sampah rumah tangga di Kabupaten Brebes juga sudah menjadi masalah yang harus ditangani,” katanya, usai melakukan audiensi dengan DPRD dan Pemkab Brebes, Kamis (30/7/2026).

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho yang juga hadir dalam audiensi itu mengatakan bahwa pengelolaan sampah dapur-dapur MBG telah dipihaketigakan kepada Formagi Brebes. Sehingga, ia pun enggan berkomentar dengan masalah tersebut.

“Jadi begini, kalau persoalan sampah di tiap SPPG itu dipihaketigakan ke Formagi. Jadi bisa ditanyakan ke Formagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes, M. Sodiq mengatakan, sampah di tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Losari sudah dikelola dengan baik oleh Formagi dan menghasilkan nilai ekonomi. Formagi berharap bisa mengelola sampah MBG di Kabupaten Brebes.

“Pengelolaan sampah SPPG di Kecamatan Losari sudah berhasil. Formagi berharap bisa mengelola di seluruh SPPG di Kabupaten Brebes. Kita suport,” katanya.

Namun demikian, yang menjadi persoalan saat ini adalah terkait dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tiap-tiap SPPG yang belum memenuhi standar. Saat DLHPS Brebes melakukan pengecekan, masih ada beberapa SPPG yang IPAL-nya belum memenuhi standar dan meminta untuk segera diperbaiki.

“Kami berharap partisipasi masyarakat jika ada SPPG yang mencemari lingkungan segera laporkan ke kami, nanti kami akan cek,” tandasnya.

Baca Juga:  Masuk Musim Hujan, BPBD Brebes Gelar Apel Siaga Amankan Pilkada 2024