260 Siswa Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes

Sekolah Rakyat Brebes
Peserta didik resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes, Desa Wlahar, Kecamatan Larangan. (Foto: Istimewa)

BREBES – Sebanyak 260 peserta didik resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes, Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan ini menandai awal perjalanan mereka beradaptasi dengan lingkungan belajar maupun kehidupan berasrama khas Sekolah Rakyat. Peserta terdiri dari 27 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 117 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 116 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes Maylane Boni Abdillah, saat ditemui awak media, menyebut hari pertama ini sebagai momen penting untuk membangun rasa aman, nyaman, dan percaya diri sejak awal.

“Anak-anak datang dari latar belakang beragam. Menjadi tanggung jawab kami menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh dukungan agar mereka siap belajar serta berkembang secara optimal,” ujar Boni.

Selama MPLS, peserta diperkenalkan dengan tata lingkungan sekolah dan asrama, serta diberikan materi pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, literasi, komunikasi, dan kerja sama.

Rangkaian hari pertama diawali dengan registrasi ulang, verifikasi dokumen, pembagian kartu identitas, seragam kegiatan, dan perlengkapan kebersihan.

Sementara itu, orang tua juga mengikuti sesi khusus yang membahas pola pengasuhan di asrama, hak serta kewajiban peserta didik, dan mekanisme komunikasi antara pihak sekolah dan keluarga.

Momen paling menyentuh berlangsung dalam prosesi serah terima peserta didik dari orang tua kepada sekolah, yang ditandai penandatanganan berita acara. Simbol ini menandai dimulainya tanggung jawab sekolah dalam mendampingi pendidikan, pembinaan karakter, dan pengasuhan siswa.

Di malam harinya, peserta mulai berkenalan dengan wali asuh, pembagian kamar, penyampaian tata tertib, hingga sesi refleksi bersama. Boni menegaskan MPLS bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan fondasi awal pembentukan karakter dan budaya belajar.

“Kami harap mereka mampu beradaptasi, hidup mandiri, saling menghargai, serta tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan berkarakter,” ujarnya.

Baca Juga:  Sering Terjadi Kecelakaan, Pembatas Beton Simpang Tiga Pejagan Brebes Dibongkar Warga