Heboh Temuan Mayat di Laut Cirebon, Gantungan Huruf “M” Jadi Petunjuk Kunci

Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Perairan Cirebon

CIREBON – Sebuah penemuan yang mengejutkan terjadi di perairan Laut Cirebon, Jumat (29/5/2026). Seorang pria tanpa identitas ditemukan mengapung di wilayah Perairan Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan munculnya berbagai pertanyaan tentang latar belakang korban.

Penemuan tersebut bermula saat Crew Kapal Polisi VIII-1022 Ditpolairud Polda Jabar melakukan patroli rutin di perairan Cirebon sejak pagi hari. Saat melakukan pemeriksaan terhadap kapal pengangkut batu bara, kapten kapal melihat benda mencurigakan yang mengapung di permukaan laut. Setelah didekati, benda tersebut ternyata adalah tubuh manusia dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Petugas patroli laut langsung menghubungi piket siaga Ditpolairud Polda Jabar untuk meminta bantuan proses evakuasi. Beberapa personel diterjunkan dengan membawa kantung jenazah dan perlengkapan evakuasi agar penanganan berjalan cepat dan sesuai prosedur. Setibanya di Dermaga Kade Parit Pelabuhan Cirebon, petugas gabungan langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap barang-barang yang ditemukan bersama korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diperkirakan berusia remaja hingga dewasa muda. Korban ditemukan mengenakan jaket hitam merek ZARA serta membawa backpack coklat merek Summer. Yang menarik perhatian petugas, pada bagian resleting tas terdapat gantungan boneka berbentuk hati warna putih, gantungan berbentuk bunga, serta akrilik huruf ‘M’ yang diduga dapat menjadi petunjuk identitas korban.

Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah barang pribadi lainnya berupa satu unit handphone Infinix Note 50 Pro warna titanium, Samsung Galaxy Tab S-10 FE warna hitam, hingga satu bungkus paket Shop** atas nama Rena Sihombing beralamat di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Tak hanya itu, petugas turut menemukan pas foto laki-laki mengenakan seragam SMA dengan perkiraan usia sekitar 16 hingga 18 tahun.

Barang-barang yang ditemukan bersama korban kini diamankan sebagai bahan penyelidikan untuk membantu proses identifikasi. Proses penanganan di lokasi melibatkan personel Satreskrim, Satpolairud, Intelkam, Inafis hingga Polsek KPC yang bersama-sama melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi dan pengumpulan informasi guna mempercepat pengungkapan identitas korban.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun datang langsung ke RSUD Gunung Jati. Pengungkapan identitas korban sangat penting untuk memberikan kejelasan dan memberi ketenangan bagi keluarga korban.

Asep Sunaryo, Kapolsek KPC, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan penanganan begitu menerima informasi adanya mayat terapung di wilayah perairan Cirebon. Setelah menerima laporan dari personel patroli laut, pihak kepolisian bersama unsur terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal, pengamanan area, pemeriksaan saksi-saksi hingga proses evakuasi korban menuju dermaga sebelum dibawa ke rumah sakit guna kepentingan identifikasi dan penyelidikan lanjutan.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya terkait penemuan mayat tersebut. Apabila masyarakat menemukan informasi penting terkait korban, segera sampaikan melalui kantor polisi terdekat atau Layanan Polisi 110. Dengan kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan identitas korban bisa segera diketahui dan diberikan keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *