Mengurai Visi Bupati “Brebes Beres”: Jalan Transformasi dari Birokrasi hingga SDM

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. (Foto: Istimewa)

Pilar ketiga, “Beres SDM”, menjadi kunci keberlanjutan dari dua pilar sebelumnya. Paramitha menegaskan bahwa investasi terbesar bukan hanya pada infrastruktur, melainkan pada manusia.

Pendekatan yang diambil adalah penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri (link and match), serta peningkatan literasi digital masyarakat.

Dengan demikian, tenaga kerja lokal diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam transformasi ekonomi.

Lebih jauh, Paramitha menyadari keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam mendukung seluruh agenda besar tersebut.

Karena itu, ia mendorong terbangunnya sinergi kolektif antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat. Salah satu strategi yang menarik adalah mengajak perantau asal Brebes untuk ikut berkontribusi.

Dengan jejaring dan pengalaman yang dimiliki, para perantau dinilai sebagai aset strategis dalam mempercepat inovasi dan investasi di daerah.

Meski demikian, implementasi visi “Brebes Beres” akan menghadapi sejumlah tantangan. Reformasi birokrasi membutuhkan konsistensi dan perubahan budaya kerja yang tidak instan.

Hilirisasi pertanian memerlukan dukungan infrastruktur, akses permodalan, serta kepastian pasar. Sementara itu, peningkatan kualitas SDM menuntut waktu dan investasi jangka panjang.

Di sisi lain, peluang yang terbuka juga besar. Brebes memiliki potensi sumber daya alam yang kuat, basis pertanian yang mapan, serta komunitas perantau yang luas.

Jika ketiga pilar dalam visi ini dapat dijalankan secara konsisten dan terintegrasi, Brebes berpotensi menjadi contoh transformasi daerah berbasis kekuatan lokal.

Pada akhirnya, “Brebes Beres” bukan hanya tentang menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun fondasi masa depan. Sebuah upaya untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terasa hari ini, tetapi juga berkelanjutan bagi generasi mendatang.