Potret Kumuh Pantai Randusanga Indah Brebes yang Tak Terurus

Potret Kumuh Pantai Randusanga Indah Kabupaten Brebes
Potret kumuh Pantai Randusanga Indah Kabupaten Brebes. (Foto: Istimewa)

BREBES – Pantai Alam Randusanga Indah (PARIN) di Desa Randusanga Kulon Kecamatan/Kabupaten Brebes kini dalam kondisi kritis akibat abrasi parah dan banjir rob rutin, yang mematikan nadi ekonomi lokal serta mengancam hilangnya aset wisata andalan pemerintah daerah ini.

Kondisi wisata nampak kumuh dadi berbagai sudut tempat wisata. Banyak bangunan fasilitas tempat wisata yang terbengkalai dan tak terurus. Rumah makan, gazebo, wahana permainan hingga fasilitas jalan di dalam wisata mengalami kerusakan cukup parah dan tak ada perhatian.

Warna-warni payung pantai dan aroma ikan bakar yang dulu menyesaki udara Pantai Alam Randusanga Indah (PARIN) kini menguap. Berganti bau payau air laut yang terjebak di sela-sela bangunan mangkrak. Permata wisata bahari di Desa Randusanga Kulon ini nampak sedang menjemput ajal.

Abrasi dan rob bukan lagi sekadar ancaman musiman, melainkan kenyataan pahit yang perlahan menelan daratan. Kawasan yang dulunya asri dan menjadi kebanggaan warga Brebes ini berubah wajah secara drastis.

Garis pantai menyusut tajam. Air laut terus merangsek masuk, mengklaim area yang dulunya merupakan spot santai wisatawan. Kondisi ini diperparah dengan banjir rob yang datang tanpa diundang, merendam fasilitas umum hingga akses jalan utama.

Wisatawan kini enggan datang. Mereka tak mau mengambil risiko kendaraan rusak akibat terjangan air laut yang asin yang menggenangi jalanan becek menuju lokasi. Lumpuhnya kunjungan wisatawan memicu efek domino yang mengerikan bagi warga sekitar.

Potret Kumuh Pantai Randusanga Indah Kabupaten Brebes yang tak terurus. (Foto: Istimewa)

Deretan rumah makan seafood yang dulu selalu penuh tawa pengunjung, kini banyak yang gulung tikar. Pintu-pintu kayu mereka mulai lapuk dimakan usia dan kelembapan laut. Bangunan-bangunan megah yang dulu dibangun dengan dana tak sedikit, kini terbengkalai dan tak terurus.

Estetika kawasan wisata ini sirna, menyisakan pemandangan yang memilukan bagi siapa pun yang melintas. Para pelaku UMKM dan pedagang kecil adalah pihak yang paling terpukul. Tanpa kerumunan pengunjung, omzet mereka anjlok ke titik nadir. Harapan mereka kini bertumpu sepenuhnya pada kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes.

“Jangan sampai aset wisata ini benar-benar mati dan hilang begitu saja. Pemulihan kawasan ini bukan hanya soal mengembalikan keindahan alam, tetapi juga menyelamatkan mata pencaharian banyak orang yang bergantung pada sektor pariwisata di sana,” ungkap salah seorang warga setempat, Selasa (14/4/2026)

Mengingat PARIN adalah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), membiarkan tempat ini hancur sama saja dengan membuang potensi ekonomi daerah ke tengah laut. Warga menanti tangan dingin pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk melakukan normalisasi drainase, perbaikan akses jalan, dan penanganan abrasi yang mendesak.