Rombongan Wisata SD Negeri di Brebes Sempat Terlantar di Rest Area Kendal, Sekolah Ditipu Biro

Siswa SD Terlantar saat Wisata
Siswa SD terlantar saat wisata. (Foto: Ilustrasi)

“Kepala sekolah bersangkutan memang sudah melapor ke kami atas kejadian ini. Selain bus, biaya makan dan tiket masuk objek wisata juga belun dibayar biro wisata,” ungkapnya, Rabu 6 Mei 2026.

Mengantisipasi hal serupa terulang, pihaknya meminta sekolah yang akan melaksanakan outing class untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih mitra atau biro wisata. Sebelum melaksanakan kerjasama, pihak sekolah harus mengecek izin operasional biro wisata yang akan digunakan.

“Kami minta lebih teliti. Cek dulu izin operasionalnya. Untuk kasus ini, kami sekarang sedang melakukan pendampingan ke sekolah, termasuk mendampingi laporan ke polisi,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sekolah disarankan untuk menggunakan biro wisata yang sudah terdaftar dalam Asosiasi Biro Wisata Brebes. Asosiasi itu dibentuk untuk melindungi sekolah dari peristiwa semacam ini. Dengan biro wisata yang sudah terdaftar, dinas juga bisa intervensi kepada asosiasi ketika muncul persoalan.

Terpisah, Ketua Asosiasi Biro Wisata (Asbita) Brebes, Teguh Tetuko saat dikonfirmasi mengatakan biro wisata yang dipakai sekolah bersangkutan bukan anggota asosiasi, sehingga pihaknya tidak bisa berkomentar.

“Dari hasil pengecekan kami, biro wisata itu ternyata bukan anggota kami. Jadi, kami tidak bisa berkometar,” pungkasnya.