Seniman Gus Bill Siap Mural “Matahati Bawang Merah” di BMFB 2026

Gus Bill seniman mural Brebes menyiapkan karya Matahati Bawang Merah untuk BMBF 2026
Flyer Gus Bill seniman mural Brebes. (Foto: Istimewa)

Melalui seni mural, cerita tentang bawang merah kemudian disampaikan dengan pendekatan visual yang lebih dekat dengan generasi muda dan masyarakat umum.

Karya seni publik juga memiliki keunggulan karena dapat dinikmati langsung di ruang terbuka. Masyarakat tidak perlu datang ke galeri untuk melihat proses dan hasil karya tersebut.

Bagi generasi muda, kehadiran mural diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengenal seni sekaligus melihat bahwa identitas daerah dapat dikembangkan melalui kreativitas.

BMBF 2026 Angkat Identitas Brebes
BMBF 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di Alun-Alun Brebes, mulai 11 hingga 13 September 2026.

Selain menjadi ruang perayaan komoditas unggulan daerah, festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi Brebes melalui pertanian, ekonomi kreatif, seni, dan aktivitas masyarakat.

Melalui “Matahati Bawang Merah”, Gus Bill membawa bawang merah ke dalam perspektif yang berbeda. Bukan hanya sebagai hasil bumi, tetapi sebagai bagian dari cerita tentang tanah, manusia, kerja keras, dan identitas daerah.

Pesan yang dibawa pun sederhana: sebuah daerah dapat terus berkembang dan tampil modern tanpa harus meninggalkan akar budayanya.

“Ojo Dumeh” menjadi pengingat bahwa di balik karya, festival, maupun kemajuan sebuah daerah, tetap ada nilai kerendahan hati dan penghargaan terhadap masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

 

Baca Juga:  Momen Rombongan Biksu Thudong dari Thailand Singgah di Brebes