Ambisi Prabowo Ciptakan Mobil Nasional, Undang Ahli dan Profesor

Ambisi Membangun Mobil Nasional Indonesia, Prabowo Undang Para Ahli dan Profesor

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memiliki visi besar untuk menghadirkan mobil nasional yang diproduksi sepenuhnya oleh bangsa sendiri. Visi ini tidak hanya sekadar wacana, tetapi telah diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang dilakukan pemerintah.

Salah satu upaya utamanya adalah dengan memanggil para ahli dan profesor dari berbagai bidang untuk bergabung dalam proses pengembangan industri otomotif nasional.

Dalam sebuah rapat paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Prabowo menyampaikan bahwa pihaknya akan mempercepat pembiayaan pembangunan, khususnya investasi dan modal kerja guna mendukung percepatan industrialisasi. Hal ini menjadi tanda bahwa arah kebijakan ekonomi ke depan akan lebih fokus pada hilirisasi manufaktur yang komprehensif.

Sektor otomotif, yang selama ini menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional, kini menjadi target utama untuk meningkatkan kualitas produksi. Dari sekadar perakitan (assembling), sektor ini akan bergerak menuju tahap manufaktur penuh dengan skala domestik.

“Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri,” ujar Prabowo saat berada di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pemerintah telah mulai melakukan konsolidasi kekuatan akademis dan praktisi teknologi dari berbagai institusi ternama di dalam negeri. Sinergi antara lembaga riset dan pengembangan ini diharapkan mampu mengatasi tantangan terbesar dalam industri otomotif lokal, yaitu kurangnya inovasi dan sumber daya teknologi.

“Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain, dan kita akan lakukan itu. Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita, pakar-pakar kita,” ujar Prabowo.

Ia juga menegaskan bahwa pengabdian para ahli ini akan menjadi bagian dari perjuangan untuk membangun negara yang lebih mandiri dan berkembang.

Selain itu, dukungan finansial yang terarah juga diperlukan agar ekosistem industri otomotif dapat berkembang secara kompetitif. Langkah ini bertujuan menjawab tantangan transisi teknologi kendaraan yang kini sedang berkembang pesat di pasar global.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, diharapkan Indonesia bisa menciptakan produk-produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.

Prabowo juga menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengambil alih peran sebagai produsen kendaraan yang mandiri dan berdaya saing. Dengan semangat seperti ini, harapan besar diarahkan agar mobil nasional dapat segera hadir sebagai simbol kemajuan dan kemandirian bangsa.

Proyek ini tidak hanya terbatas pada mobil, tetapi juga mencakup rencana pembuatan motor nasional. Visi yang sama juga diterapkan dalam pengembangan kendaraan listrik, seperti i2C, mobil listrik konsep hasil karya anak bangsa yang sempat menarik perhatian publik dalam ajang GIIAS 2025.

Dengan langkah-langkah yang dilakukan, Prabowo menunjukkan komitmennya untuk membangun industri otomotif yang kuat dan mandiri. Dengan dukungan para ahli dan sinergi yang baik, impian Indonesia memiliki mobil dan motor nasional sendiri semakin mendekati realitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *