“Kami berharap bantuan ini bisa mempercepat proses penanganan dan pembersihan lokasi. Mudah-mudahan seluruh proses berjalan lancar dan kondisi di sekitar lokasi segera aman,” katanya.
Ia menambahkan, pengerahan alat berat dan tenaga pekerja merupakan bentuk kepedulian Andalan Beton terhadap warga yang terdampak musibah. Pihaknya berharap seluruh proses pembersihan dapat berlangsung aman hingga kondisi di sekitar lokasi kembali kondusif.
Dua Anak Meninggal Tertimpa Reruntuhan
Gedung Hogwan dilaporkan roboh sekitar pukul 05.30 WIB pada Minggu pagi. Material bangunan kemudian jatuh ke arah permukiman warga dan menimpa sedikitnya tiga rumah. Peristiwa tersebut menyebabkan dua anak meninggal dunia. Kedua korban masing-masing Kinarian Y (7) dan Kinara N (4), warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu.
Warga yang mendengar suara dentuman langsung mendatangi lokasi dan melakukan pencarian di antara material bangunan yang runtuh. Kedua korban kemudian berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bumiayu serta RSUM Siti Aminah Bumiayu.
Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto mengatakan pihak kepolisian menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Kedua korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bumiayu serta RSUM Siti Aminah Bumiayu,” kata Edi.
Bangunan Bersejarah Era Kolonial
Gedung Hogwan diketahui merupakan bangunan bekas pabrik tapioka yang diperkirakan telah berdiri sejak sekitar 1901, pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Dalam beberapa tahun terakhir, bangunan tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat bermain badminton.
Runtuhnya bangunan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Polisi memperkirakan kerugian material sementara mencapai sekitar Rp50 juta. Proses evakuasi dan pembersihan reruntuhan kemudian dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan petugas, relawan, warga, serta dukungan alat berat dari Andalan Beton.
Andalan Beton Kerahkan Alat Berat Bantu Bersihkan Reruntuhan Gedung Hogwan Bumiayu

Rekomendasi untuk kamu

Gus Irfan, anak Gus Irfan, tenaga ahli Kemenhaj, Menteri Haji dan Umrah, klarifikasi Gus Irfan, polemik nepotisme, kekurangan pegawai Kemenhaj, Mochamad Irfan Yusuf

Pengangkatan dua putra Gus Irfan sebagai tenaga ahli Kemenhaj menuai sorotan. Publik menanti penjelasan soal kompetensi, transparansi, dan konflik kepentingan.

Rencana pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan rusak untuk biodiesel B50-B100 menuai sorotan. CELIOS memperkirakan potensi kerugian ekonomi dan kesehatan mencapai Rp3.777 triliun.









