Cerita Warga Miskin Brebes Desil Satu Kaget Bansos PKH Dicoret Gegara Anak Main Judol

Bansos PKH Brebes dicoret
Seorang warga Kabupaten Brebes mengaku terkejut setelah bansos Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini diterimanya tiba-tiba tidak dapat dicairkan. (Foto: Istimewa)

BREBES – Seorang warga Kabupaten Brebes mengaku terkejut setelah bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini diterimanya tiba-tiba tidak dapat dicairkan.

Pencoretan tersebut terjadi setelah data keluarganya terindikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online (judol) yang dilakukan salah satu anggota keluarganya.

Warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu kemudian mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Brebes, Jumat (28/8/2026).

Kedatangannya untuk mengurus proses sanggahan sekaligus mempertanyakan penghentian bantuan PKH dan kepesertaan BPJS. “Ini ngurus PKH dan BPJS. Bingunglah, Pak,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinsos Kabupaten Brebes.

Baca Juga:  TP PKK Brebes Edukasi Pelajar dan Orang Tua tentang Pubertas dan Bahaya Narkoba

Ia menuturkan, dirinya pertama kali mengetahui bantuan PKH tidak lagi dapat dicairkan ketika mendatangi agen bank untuk mengambil bantuan. Namun, saat dilakukan pengecekan, saldo bantuan yang biasanya tersedia ternyata tidak ada.

Merasa bingung, ia kemudian mendatangi petugas PKH di tingkat kecamatan untuk mencari tahu penyebab bantuan tersebut tidak dapat dicairkan. Dari petugas, ia mendapatkan informasi bahwa keluarganya masuk dalam daftar penerima yang terindikasi memiliki aktivitas judi online.

Nomor Dana Anak Dipakai Transaksi
Setelah mendapat informasi tersebut, ia kemudian menanyakan persoalan itu kepada anaknya. Menurut pengakuannya, sang anak memang pernah membantu seorang temannya melakukan transaksi. Namun, ia menyebut uang yang digunakan bukan milik anaknya.

Baca Juga:  10 Akun Facebook Bakal Dilaporkan ke Polres Brebes Soal Tudingan Penipuan Tips Trading Forex

“Setelah itu saya menanyakan ke anak saya. Anak saya itu pertama kali hanya membiayai temannya. Itu pun pakai uang temannya, tapi pakai nomor handphone anak saya untuk proses ke DANA,” jelasnya.

Ia mengaku keluarganya termasuk dalam kategori Desil 1, sehingga bantuan sosial yang diterima selama ini cukup berarti untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Terlebih, masih terdapat anaknya yang sedang duduk di bangku sekolah dasar.

Ia mengakui kondisi ekonomi keluarganya masih tergolong kekurangan. Karena itu, bantuan PKH menjadi salah satu penopang agar kebutuhan pendidikan anaknya tetap terpenuhi.

Baca Juga:  Pemuda Brebes Setubuhi Siswi SMP dengan Iming-iming Iphone, Korban Lalu Dijual ke Lelaki Hidung Belang

“Dibilang masih minus, ya minus. Bukannya berharap bantuan, tapi ini juga buat anak saya biar lulus sekolah, biar jangan kayak saya,” katanya.

Berharap Bansos Dikembalikan
Setelah melakukan konsultasi di Kantor Dinsos Kabupaten Brebes, warga tersebut mengaku mendapat arahan untuk menghapus nomor telepon yang digunakan dalam transaksi melalui aplikasi DANA yang berkaitan dengan aktivitas judi online.