Wonogiri Pacu Kemandirian Energi Lewat PLTS Terapung Gajah Mungkur 134 MWp

PLTS Terapung Gajah Mungkur
Pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur resmi dimulai di Wonogiri dengan investasi Rp1,6 triliun. (Foto: Pemprov Jateng)

WONOGIRI — Langkah besar transisi energi hijau di Jawa Tengah resmi dimulai lewat peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri.

Pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) ini diproyeksikan mampu memasok listrik hingga 218 Gigawatt hour (GWh) per tahun saat beroperasi penuh pada akhir 2027.

Proyek strategis ini diresmikan secara serentak bersama peluncuran nasional Program PLTS 100 GWp oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Bali. PLTS Terapung Gajah Mungkur menjadi bagian dari 14 proyek PLTS tahap awal berkapasitas total 5,2 gigawatt peak (GWp) yang disebar di berbagai wilayah Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa fasilitas berkapasitas 134 megawatt peak (MWp) ini merupakan salah satu sarana energi surya terbesar di Jawa Tengah. Nilai investasi proyek ini menembus angka Rp1,6 triliun.

“Produksi listrik 218 GWh per tahun tersebut sanggup memenuhi sekitar 37 persen dari total kebutuhan daya listrik Kabupaten Wonogiri. Ini komitmen nyata kita untuk menekan ketergantungan pada energi fosil,” ujar Luthfi saat menghadiri lokasi peresmian di Wonogiri.

Koneksi Jaringan Interkoneksi Jamali
Pasokan daya dari Waduk Gajah Mungkur nantinya dialirkan lewat transmisi 150 kilovolt sepanjang 11,7 kilometer menuju Gardu Induk Nguntoronadi.

General Manager PT PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan bahwa daya tersebut akan langsung menyatu ke dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Dengan demikian, manfaat listrik bersih ini tidak hanya dirasakan warga Wonogiri, tetapi juga mendukung keandalan pasokan listrik regional.

Direktur Operasi Pembangkit Gas PT PLN Indonesia Power, Daniel Eliawardhana, memastikan seluruh tahapan teknis kini terus dimatangkan agar target operasional (commercial operation date) pada akhir 2027 dapat tercapai tepat waktu.

Program Nasional & Dampak Lokal
Pemerintah pusat menargetkan pembangunan rampung dalam tiga tahun untuk mendukung kemandirian energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan, Program PLTS 100 GWp secara nasional membutuhkan investasi hingga US$73 miliar (sekitar Rp1.140 triliun), dengan potensi penyerapan 5,52 juta tenaga kerja serta penghematan subsidi energi sebesar Rp73,9 triliun saban tahun.

Di tingkat daerah, PLTS Terapung Gajah Mungkur dirancang secara ramah lingkungan dan sosial:
Penggunaan Lahan: Menggunakan kurang dari 5% dari total 5.600 hektare luas permukaan Waduk Gajah Mungkur.
Keberlanjutan Fungsi: Tata letak panel surya dirancang fleksibel mengikuti fluktuasi muka air tanpa mengganggu lalu lintas perahu nelayan setempat.
Serapan Tenaga Kerja: Menyerap 150 hingga 250 pekerja lokal pada fase konstruksi.
Selain Gajah Mungkur, Jawa Tengah juga menyiapkan potensi PLTS Terapung Waduk Kedung Ombo (100 MWac) dan PLTS Karimunjawa (7,4 MW).

Baca Juga:  Tampang Pelaku Pembunuh Janda Muda di Kebun Tebu Brebes, Begini Pengakuannya