Wacana PHK Buruh Akibat Harga Gas yang Tinggi
JAKARTA – Dalam sebuah pertemuan penting di Jakarta, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan komunikasi langsung dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. Hal ini dilakukan dalam rangka membahas risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap buruh akibat kenaikan harga gas industri yang saat ini sangat tinggi.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Tahun 2026. Dasco mengungkapkan bahwa ia sering mendapatkan pertanyaan mengenai mahalnya harga gas industri saat ini. Ia bahkan menyampaikan bahwa rencana pidatonya harus dibatalkan karena fokus utamanya berubah menjadi isu gas.
“Halo, Pak Dirut Pertamina. Ini saya sedang berada di Raker KSPI. Saya tadi ditanyakan tentang masalah gas industri. Jadi sebenarnya saya sudah merancang pidato, tapi semuanya buyar karena isu gas,” ujar Dasco dalam kesempatan tersebut.
Ia kemudian melanjutkan dengan menanyakan solusi yang bisa diberikan oleh Pertamina untuk menghadapi kondisi saat ini. “Saya ingin bertanya dulu, bagaimana soal gas industri? Apakah ada jalan keluar?” tanyanya.
Simon menjawab bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mengatasi masalah tersebut. “Siap Pak Dasco, saya akan segera berkoordinasi dengan PGN dan kami akan melakukan penyesuaian sesuai dengan molekul LNG,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa Pertamina berkomitmen untuk memberikan harga gas yang lebih murah kepada pelaku usaha. “Kami akan melakukan yang terbaik agar segera ada perbaikan dan mendukung teman-teman di industri dengan harga yang sesuai,” tambah Simon.
Dasco kemudian membahas ancaman PHK terhadap pelaku usaha keramik. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 55.000 orang pekerja di dua pabrik besar, yaitu Milan Keramik dan Mulia Keramik di Bekasi, Jawa Barat, terancam kehilangan pekerjaan. “Ini harus kita mitigasi, karena jumlahnya mencapai 55.000 orang. Mungkin kita bisa duduk bersama perwakilan buruh untuk mencari jalan keluar,” ujarnya.
Simon setuju dengan usulan tersebut. “Baik, setuju Pak Dasco,” jawabnya singkat.
Sebagai informasi, KSPSI menyatakan bahwa operasional dua pabrik keramik besar di wilayah Bekasi terancam berhenti. Ketua KSPSI Andi Gani Nena Wea mengungkapkan bahwa hal ini dapat memicu gelombang PHK terhadap sekitar 55.000 karyawan dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Menurutnya, kenaikan harga gas industri menjadi penyebab utama. Saat ini, harga gas mencapai US$ 23 per MMBTU, yang meningkat drastis dari US$ 6 per MMBTU sebelumnya. “Ini sangat mengerikan dan memprihatinkan,” ujar Andi Gani.
Selain itu, bisnis tekstil juga terdampak karena biaya produksi yang semakin memberatkan. Dengan situasi ini, para pelaku usaha membutuhkan solusi cepat dan efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pekerjaan.









