Hasilnya tidak main-main. Dari hasil uji coba, produktivitas rata-rata mampu mencapai 6 ton per hektare. Pada level demplot percobaan, hasilnya bisa meledak hingga 12 ton per hektare. Untuk aplikasi nyata di tingkat petani, pemerintah menargetkan minimal 10 ton bisa tercapai. Teknologi ini diharapkan menjadi penutup defisit produksi saat puncak kemarau nanti.
“Kekeringan jangan sampai terulang seperti tahun 2023. Untuk 2026 ini, Kabupaten Brebes harus selamat. Tanam Jajar Legowo adalah kuncinya. Memaksimalkan penggunaan hemat air dengan Jajar Legowo,” pungkas Azmi.
Lebih Ganas dari 2023, 17 Kecamatan di Brebes Masuk Zona Merah Kekeringan
Rekomendasi untuk kamu

Pemkot Cirebon Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon telah menetapkan…

Musyaffa berjanji untuk segera menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes guna memastikan bahwa tenaga psikolog atau…

Bencana ini tak hanya mengancam keselamatan warga, tapi juga membuat warga selalu dihantui rasa was-was….

Tim teknik PLN terus bekerja keras untuk memulihkan aliran listrik. Disamping itu PLN memberikan listrik…

Sementara itulah, Supriyadi, Kepala BPBD Kabupaten Brebes mengatakan, pihaknya akan kembali mendirikan tenda tambahan seiring…







