Kolaborasi dan Sekolah Rakyat Perkuat Harapan Warga Keluar dari Kemiskinan

BREBES – Upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, pekerja sosial, hingga masyarakat. Semangat kolaborasi itulah yang mengemuka dalam Sarasehan Peran Pemerintah dalam Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 51 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Brebes, Sabtu (18/7/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bhakti Sosial dan Gebyar UMKM tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Brebes Wurja. Menurutnya, kemiskinan ekstrem bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan tantangan kemanusiaan yang harus dihadapi bersama.

“Karena itu, percepatan penanganannya membutuhkan sinergi antara pemerintah, pekerja sosial, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat agar setiap program benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan,” ucap Wurja.

Wurja menyampaikan, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) memiliki peran strategis karena berada di tengah masyarakat dan memahami secara langsung kondisi warga yang membutuhkan pendampingan. Pengalaman para pekerja sosial di lapangan dinilai menjadi modal penting untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan tepat sasaran.

“Forum sarasehan ini diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, sekaligus melahirkan solusi nyata dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes maupun Jawa Tengah,” tuturnya.

Wurja menegaskan, Pemerintah Kabupaten Brebes terus berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat membuka akses masyarakat kurang mampu terhadap pendidikan dan kesejahteraan. Salah satunya melalui Sekolah Rakyat yang kini telah mulai berjalan di Kabupaten Brebes.

Lanjut Wurja, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang dapat diakses oleh anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Sekolah Rakyat di Brebes sudah berjalan. Ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh pendidikan yang layak. Kami berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk IPSM, ikut mendukung agar program ini benar-benar menjangkau mereka yang berhak,” pungkasnya.

Ketua IPSM Provinsi Jawa Tengah Bambang Edy Wahono mengatakan, IPSM akan terus memperkuat peran para relawan sosial sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendampingi masyarakat rentan.

“Selama lebih dari lima dekade IPSM telah menjadi bagian penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial melalui kerja-kerja kemanusiaan di tingkat akar rumput,” katanya.

Baca Juga  Pengakuan Korban Pembegalan di Flyover Kramatsampang Brebes saat Ditodong Pistol