“Kalau persisnya rumah milik siapa saya tidak tahu. Yang saya dengar rumah itu ditempati kerabat istri bupati sudah sekitar dua tahun,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut warga tersebut, petugas datang hampir bersamaan ke dua lokasi sejak setelah waktu magrib. Di salah satu rumah terdapat sekitar tiga petugas, sedangkan di rumah lainnya jumlah petugas diperkirakan mencapai sepuluh orang.
Hingga berita ini ditulis, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai konstruksi perkara, jumlah pihak yang diamankan, maupun dugaan tindak pidana yang menjadi dasar pelaksanaan operasi tangkap tangan tersebut. Publik masih menunggu penjelasan resmi dari lembaga antirasuah terkait perkembangan penanganan kasus ini.
Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Anom Widiyantoro dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (28/7/2026) malam.
“Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dikutip dari berbagai jejaring media massa, Rabu (29/7/2026).
Meski demikian, Fitroh belum mengungkapkan perkara dugaan korupsi yang menjerat Anom. Dia juga belum menyampaikan barang bukti dan sejumlah pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan atau OTT ini.
OTT Bupati Pemalang, KPK Segel Kantor DPUPR dan 2 Rumah Diduga Milik Kerabat
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

“Bahwa atas perkara tersebut tadi malam telah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa atas perkara ini…

Budi menjelaskan, perkara klaster pertama adalah kasus dugaan pemerasan yang dilakukan Bupati Anom Widiyantoro kepada…

Empat tersangka kasus Pemalang yaitu Bupati Anom; Mohamad Haris alias Gus Haris selaku orang kepercayaan…

Meski demikian, Rendy belum bersedia mengungkap identitas ataupun jumlah orang yang diperiksa. Rendy meminta seluruh…








