“Lahirnya orang-orang yang mau berpikir adalah kunci. Kita punya potensi geowisata kelas dunia yang akan dikupas oleh para narasumber. Ini adalah kekayaan yang tidak pernah kita sadari sebelumnya,” ujar Tahroni.
Tahroni mengajak para pemangku kepentingan untuk tidak hanya bergantung pada kurikulum atau aturan baku yang bersifat top-down (dari atas ke bawah). Ia mendorong terciptanya sebuah Hidden Curriculum atau kurikulum tersembunyi sebagai manuskrip asli Brebes.
Lanjut Tahroni, sebagai langkah konkret membangun hierarki pemikiran baru, Pemerintah Kabupaten Brebes sengaja menghadirkan para profesor dan ahli di bidangnya untuk mendampingi proses transformasi ini.
“Brebes membutuhkan pemikir-pemikir hebat. Untuk itu, hari ini kita menyandingkan para profesor agar kita bisa berpikir bersama membangun daerah ini dengan fondasi ilmu yang kuat,” pungkasnya.
Beranda
Headline
Songsong Usia ke 348 Tahun Kabupaten Brebes, Paramitha Soroti Kekayaan Alam dan Kebencanaan
Songsong Usia ke 348 Tahun Kabupaten Brebes, Paramitha Soroti Kekayaan Alam dan Kebencanaan
Rekomendasi untuk kamu

Selain keberhasilan ekspor bawang merah ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina, pemerintah daerah saat ini…

BREBES — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes bersama sembilan kabupaten dan kota di wilayah perbatasan Jawa…

Keberhasilan pembangunan sektor pertanian di Brebes juga tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari…









