Penjelasan Pertamina Mengenai Harga Pertalite di Wilayah Amfoang
JAKARTA – Beberapa waktu lalu, beredarnya informasi mengenai harga Pertalite yang mencapai Rp25.000 per liter di wilayah Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menarik perhatian masyarakat. Hal ini membuat Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan proses distribusi BBM untuk memastikan pasokan mencukupi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, saat ini stok BBM di Kabupaten Kupang masih tersedia dan dapat memenuhi permintaan.
Namun, kawasan Amfoang terdiri dari beberapa kecamatan yang memiliki akses jalan yang rusak berat selama bertahun-tahun. Hanya satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Desa Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, yaitu SPBU BBM Satu Harga. Sementara itu, kecamatan-kecamatan lain seperti Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut, dan Amfoang Barat Daya merupakan daerah yang terisolir karena minimnya infrastruktur transportasi.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah tersebut, sebelumnya BBM dititipkan melalui bus umum. Informasi ini diperoleh dari pelaku pengangkutan. Namun, beberapa waktu lalu terjadi penangkapan BBM jenis Pertalite dan Biosolar yang dititipkan melalui bus umum oleh aparat kepolisian. Akibatnya, masyarakat tidak lagi percaya untuk menitipkan BBM di bus umum, sehingga menyebabkan krisis stok di wilayah tersebut.
Setelah kejadian tersebut, Pertamina melalui Sales Area NTT menerima kunjungan dari Camat Amfoang Utara untuk membahas solusi jangka pendek terkait krisis BBM. Dalam pertemuan tersebut, disepakati opsi jangka pendek dengan menyalurkan BBM jenis Pertamax melalui drum ke wilayah tersebut. Hal ini dilakukan dengan tetap memberikan informasi kepada Pemda dan aparat penegak hukum setempat agar tidak menjadi dugaan penyalahgunaan.
Penyaluran BBM Pertamax dilakukan dari SPBU Amfoang Selatan dan kemudian didistribusikan ke masyarakat di wilayah Kecamatan Amfoang Barat Laut, Amfoang Barat Daya, dan Amfoang Utara. Untuk opsi jangka panjang, Pertamina akan melakukan koordinasi dengan Bupati Kupang terkait usulan pembangunan SPBU BBM Satu Harga di Kawasan Amfoang. Dengan mitigasi jangka pendek dan panjang ini, diharapkan kebutuhan BBM di kawasan tersebut dapat segera terpenuhi dan mendukung aktivitas masyarakat.
Ahad Rahedi juga berharap adanya peran aktif dari berbagai sektor guna mendukung kelancaran distribusi BBM agar dapat diterima oleh masyarakat yang berhak. Ia menilai kolaborasi lintas instansi sangat penting dalam menjaga ketersediaan BBM di daerah-daerah terpencil.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Kecamatan Amfoang Barat Daya, NTT, pada Jumat (22/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran sempat menanyakan langsung harga BBM yang dibeli oleh warga setempat. Saat itu, warga menjawab bahwa harga Pertalite mencapai Rp25.000 per liter. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian terhadap kondisi BBM di daerah-daerah terpencil agar bisa diakses oleh masyarakat secara adil dan merata.










