Warga Tak Menyangka Kekerasan Terjadi di Sekitar Tempat Tinggal
BANDUNG – Di kawasan Bandung, warga sekitar tempat tinggal YTR, korban kekerasan yang dianiaya oleh kekasihnya Taufik Hidayat alias TH, tidak pernah menyangka bahwa suara benturan yang mereka dengar setiap hari merupakan tindakan kekerasan.
Perempuan yang diakui Taufik sebagai istrinya itu ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. YTR mengalami kebutaan serta kerusakan pada bagian wajah.
Dalam ruangan seluas 3×4 meter tersebut, YTR menjadi korban penyiksaan berat dari Taufik. Meski tetangga indekos sempat mendengar adanya pukulan ke tembok, mereka tidak pernah mendengar teriakan atau tangisan dari dalam kamar. Hal ini membuat situasi semakin memprihatinkan karena kekerasan terjadi tanpa diketahui oleh orang sekitar.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kamar indekos dan menarik perhatian masyarakat sekitar. Salah satu warga yang menyaksikan proses tersebut adalah Iyan, pemilik warung makan yang berada tidak jauh dari tempat kejadian. Iyan tidak menyangka ada kasus penculikan dan penganiayaan di sekitar tempatnya berdagang.
“Saya gak nyangka tadi sempat lihat polisi ramai di situ. Karena selama ini juga di sekitar sini mah adem saja,” kata Iyan, Selasa (23/6/2026).
Iyan menjelaskan bahwa Taufik sering membeli makan di warungnya. Dari pengamatan tersebut, ia hafal bagaimana tingkah laku pelaku ketika membeli makan. “Biasanya beli makan buat dua orang, bilangnya buat temen, bukan buat istri atau pacar,” tambahnya.
Makanan yang dibeli Taufik pun tergolong sederhana. Jarang membeli ayam atau ikan, biasanya hanya tahu, tempe, telur, atau jengkol. Iyan juga menyebut bahwa perawakan Taufik tidak begitu besar maupun kecil. Tingginya sekitar 170 sentimeter. Namun, ia ingat ada tato di bagian dada Taufik meskipun gambarnya kurang jelas.
“Suka pakai kaos gitu keliatan lah pas beli makan kaya ada tato di badannya,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya yang menyaksikan olah TKP, Euis, merasa kaget dengan adanya penyiksaan di dalam indekos. Ia menyayangkan tetangga kamar yang seharusnya menaruh rasa curiga dengan adanya perempuan di dalam kamar tapi tidak pernah terlihat secara langsung.
“Masa sih ga lihat atau ga tahu ada orang di dalam. Kan aneh katanya tinggal suami-istri tapi yang istrinya ga ada yang tahu tetangganya,” kata dia.
Kini, Polda Jabar telah membentuk tim gabungan untuk memburu Taufik yang diduga menyekap serta menganiaya kekasihnya. Kasus itu sudah dilaporkan ke Polda Jabar oleh kakak dari korban yakni Afif Shandy (30). Saat ini, kasus itu sedang diselidiki oleh polisi. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Polda Jabar tidak memberi ruang kepada pelaku, ya, pelaku-pelaku kekerasan seperti ini. Kami akan cari terus keberadaannya di mana dan memohon dukungan dari masyarakat seluruhnya, ini harus kita ungkap dan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan.









