Beberapa jam kemudian, teka-teki itu terjawab. Rocky memang datang ke Istana untuk mengikuti pelantikan sebagai anggota Wantimpres.
Kini, istilah “radical break” itu memperoleh konteks baru. Rocky yang selama ini dikenal sebagai pengamat dari luar kekuasaan resmi masuk ke salah satu ruang penasihat Presiden.
26 Nama di Lingkar Penasihat Prabowo
Rocky bukan satu-satunya nama yang menarik perhatian dalam formasi baru Wantimpres.
Presiden Prabowo melantik 26 anggota, dengan Pratikno sebagai Ketua, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris. Di dalamnya terdapat tokoh agama, akademisi, mantan pejabat, pengusaha, politisi, hingga figur publik.
Rocky menjadi salah satu nama yang memiliki latar belakang berbeda dari banyak anggota lainnya.
Perjalanan dari komentator politik menjadi pejabat negara sekaligus penerima hak keuangan Rp76,5 juta per bulan membuat penunjukannya memiliki sisi lain yang menarik perhatian publik.
Kini, kritik dan gagasan Rocky tidak lagi hanya disampaikan dari luar pemerintahan. Ia telah mengambil posisi resmi di dalam lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Dari luar Istana ke dalam Istana. Dari pengkritik pemerintah menjadi bagian dari lingkar penasihat Presiden. Dan bersama jabatan itu melekat hak keuangan Rp76,5 juta per bulan serta fasilitas setara menteri.













