Rocky Gerung Kini Jadi Wantimpres Prabowo, Dapat Rp76,5 Juta per Bulan dan Fasilitas Setara Menteri

Rocky Gerung dilantik Prabowo sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara
Rocky Gerung usai menandatangani berita acara setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Foto: Dok Sekretariat Kabinet)

JAKARTA – Rocky Gerung kini tak lagi hanya berada di luar pagar kekuasaan sebagai pengamat dan pengkritik pemerintah. Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Perubahan posisi itu membawa konsekuensi baru bagi Rocky. Selain mendapat tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, ia juga memperoleh hak keuangan serta fasilitas sebagai pejabat negara.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2026, Ketua dan anggota Wantimpres mendapatkan hak keuangan sebesar Rp76,5 juta setiap bulan. Hak tersebut diberikan sejak pejabat dilantik dan/atau mulai melaksanakan tugas.

Artinya, setelah resmi dilantik, Rocky masuk dalam jajaran pejabat negara yang memperoleh hak keuangan tersebut.

Dari Pengkritik Pemerintah ke Kursi Penasihat Presiden

Pelantikan Rocky menjadi sorotan karena latar belakangnya yang selama ini dikenal sebagai pengamat politik, filsuf, akademisi, sekaligus komentator yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah.

Kini situasinya berubah. Rocky justru duduk di dalam struktur resmi pemerintahan sebagai anggota Wantimpres. Ia berada dalam lembaga negara yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Presiden Prabowo melantik Rocky bersama 25 anggota Wantimpres lainnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Keppres dan pengucapan sumpah jabatan. Setelah itu, para anggota menandatangani berita acara pelantikan di hadapan Presiden.

Nama Rocky menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian dalam formasi baru tersebut.

Sebab, selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai sosok yang menyampaikan pandangan politik dari luar lingkar pemerintahan. Kini, ia justru menjadi bagian dari lembaga yang memberikan masukan langsung kepada Presiden.