Petani Brebes Panen 10 Ton Bawang Merah per Hektare dengan Nitroku

Petani bawang merah di Brebes memanen bawang di tengah keterbatasan air saat musim kemarau
Petani bawang merah di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Wanasari, Brebes, saat panen di tengah kondisi air yang terbatas. (Foto: Istimewa)

BREBES — Keterbatasan air tidak serta-merta membuat hasil panen bawang merah petani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menurun.

Di tengah kondisi saluran irigasi yang mulai mengering, sejumlah petani justru mampu mempertahankan produktivitas. Salah satunya Rasmun (50), petani bawang merah asal Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Wanasari.

Pada musim panen kali ini, Rasmun mengaku mampu menghasilkan lebih dari 10 ton bawang merah per hektare. Hasil tersebut sekitar 11 persen lebih tinggi dibandingkan produksi yang biasanya dia dapatkan.

“Meski kondisi kering, hasil panen saya cukup bagus. Lebih dari 10 ton per hektare, naik sekitar 11 persen dari biasanya,” ujar Rasmun saat panen bawang merah, Kamis (1/10/2026).

Rasmun merupakan anggota Kelompok Tani Bina Tani Mandiri II. Menurut dia, kondisi air menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi petani selama musim kemarau.

Selain berupaya memenuhi kebutuhan air tanaman, dia memilih menjaga asupan nutrisi secara disiplin sepanjang pertumbuhan bawang merah.

Salah satu pupuk yang digunakan Rasmun adalah Nitroku, pupuk NPK berbasis nitrat produksi Pupuk Kujang.

“Saya menggunakan Nitroku di semua fase pertumbuhan bawang. Cukup satu jenis pupuk dan hasilnya tetap optimal meski kondisi air terbatas,” katanya.

Penggunaan satu jenis pupuk untuk berbagai fase pertumbuhan, menurut Rasmun, juga membuat proses pemupukan lebih sederhana.

Pengalaman serupa disampaikan Hamim, petani bawang merah asal Losari.

Hamim mengatakan penggunaan Nitroku membuat pemupukan lebih praktis karena tidak harus menggunakan beberapa jenis pupuk untuk setiap fase pertumbuhan tanaman.

“Biasanya kita perlu beberapa jenis pupuk dan mencampurnya. Dengan Nitroku, cukup satu jenis untuk semua fase. Lebih mudah, praktis, dan efisien,” ujar Hamim.