Studi Terbaru: Golongan Darah Ini Lebih Rentan Terkena Penyakit Liver

Penelitian Terbaru Mengungkap Hubungan Golongan Darah dengan Risiko Penyakit Hati

JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa golongan darah seseorang dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi risiko mengalami penyakit hati parah. Studi ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana informasi mengenai golongan darah bisa membantu memahami kesehatan hati secara lebih mendalam.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers pada 17 November 2025 menyebutkan bahwa golongan darah memiliki hubungan dengan beberapa jenis penyakit hati, termasuk penyakit autoimun. Namun, tidak semua golongan darah memiliki risiko yang sama. Beberapa di antaranya cenderung lebih rentan terhadap kondisi tertentu, sementara yang lain memiliki risiko lebih rendah.

Golongan Darah A dan Risiko Penyakit Hati Autoimun

Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa orang dengan golongan darah A memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami penyakit hati autoimun. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang organ hati, sehingga menyebabkan kerusakan berkelanjutan. Dalam kasus yang parah, kondisi ini bisa berkembang menjadi gagal hati.

Penyakit autoimun ini berbeda dari kerusakan hati akibat konsumsi alkohol atau gaya hidup tidak sehat. Pada kondisi ini, sistem imun bekerja secara tidak normal dan menyerang organ hati. Dalam autoimmune hepatitis, sel-sel hati yang diserang, sedangkan pada primary biliary cholangitis (PBC), sistem kekebalan menyerang saluran empedu hingga empedu menumpuk dan menyebabkan fibrosis, yang berpotensi berkembang menjadi sirosis dan gagal hati.

Golongan Darah B dan Risiko Lebih Rendah

Di sisi lain, penelitian juga menemukan bahwa orang dengan golongan darah B cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa penyakit hati dibandingkan golongan darah A. Misalnya, mereka memiliki risiko relatif lebih rendah terhadap penyakit PBC. Hal ini menunjukkan bahwa golongan darah bisa menjadi indikator penting dalam memahami potensi risiko kesehatan hati.

Metode Penelitian yang Digunakan

Golongan darah ditentukan oleh antigen A, B, atau H yang terdapat pada sel darah merah. Ada empat golongan utama, yaitu A, B, AB, dan O, masing-masing dengan tipe positif dan negatif. Dalam studi ini, para peneliti meneliti lebih dari 1.200 orang, termasuk 114 pasien penyakit hati autoimun, untuk melihat keterkaitannya dengan golongan darah.

Hasilnya menunjukkan bahwa golongan darah A paling sering ditemukan pada pasien penyakit hati autoimun, diikuti oleh golongan O, lalu B, dan AB. Meski demikian, para ahli menekankan bahwa memiliki golongan darah A bukan berarti pasti akan terkena penyakit tersebut. Namun, orang dengan golongan darah ini disarankan untuk lebih waspada terhadap gejala seperti kelelahan atau nyeri sendi, serta melakukan pemeriksaan rutin.

Langkah Pencegahan dan Pengelolaan Kesehatan

Untuk menjaga kesehatan hati, terutama bagi kelompok berisiko, pemantauan kesehatan secara berkala, deteksi dini, dan gaya hidup sehat sangat penting. Penderita PBC disarankan untuk menghindari alkohol karena bisa memperparah kerusakan hati. Selain itu, diet rendah natrium dianjurkan untuk mencegah penumpukan cairan di perut (asites).

Bagi pemilik golongan darah A, pola makan seimbang yang terdiri dari biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, serta lemak tak jenuh seperti minyak zaitun sangat dianjurkan. Mereka juga perlu membatasi konsumsi lemak jenuh. Kebutuhan kalsium dan vitamin D harus dipenuhi karena penderita PBC memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis.

Olahraga rutin juga penting untuk menjaga kesehatan tulang dan kebugaran secara keseluruhan. Sementara itu, merokok dapat memperburuk kondisi penyakit hati, sehingga berhenti merokok sangat dianjurkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *