Air Keran IKN dari Sungai Sepaku Dirancang Langsung Bisa Diminum, Ini Tahapan Pengolahannya

Fasilitas pengolahan air minum IKN atau reservoir dengan jaringan pipa. (Foto: Otorita IKN)
Fasilitas pengolahan air minum IKN atau reservoir dengan jaringan pipa.

Jaringan pipa ditempatkan di bawah tanah melalui Multi-Utility Tunnel (MUT). Sistem terowongan utilitas ini dirancang untuk memudahkan pengelolaan dan pemeliharaan jaringan sekaligus mengintegrasikan infrastruktur utilitas di kawasan perkotaan.

Pada bangunan hunian ASN, air dari jaringan distribusi dialirkan menuju tangki penampungan bawah atau ground water tank. Selanjutnya, pompa mengalirkan air ke roof water tank sebelum didistribusikan ke ruangan-ruangan.

Dengan sistem tersebut, penyediaan air minum tidak hanya bergantung pada instalasi pengolahan, tetapi juga pada kondisi jaringan pipa, penampungan, dan distribusi hingga mencapai keran pengguna.

Kualitas Air Diuji Secara Berkala
Pengawasan kualitas menjadi bagian penting dalam sistem penyediaan air minum IKN. Berdasarkan data operasional yang disampaikan, pengujian sampel di reservoir induk dilakukan setiap hari untuk memantau kualitas air sebelum didistribusikan.

Di tingkat hunian, pengawasan internal juga dilakukan secara rutin. Selain itu, pengujian berkala oleh lembaga independen Sucofindo disebut dijadwalkan setiap tiga bulan.

Pengujian pada titik distribusi dan pemakaian diperlukan untuk memastikan kualitas air tetap terjaga setelah melewati jaringan pipa dan tangki penampungan. Air yang memenuhi standar di instalasi pengolahan belum tentu otomatis memiliki kualitas identik di seluruh titik keran jika terjadi perubahan selama distribusi.

Pada Agustus 2024, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H. Sumadilaga juga menyampaikan bahwa air yang didistribusikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) telah memenuhi kelayakan untuk diminum berdasarkan laporan Sucofindo.

“Ya sudah (bisa), saya sudah mendapat laporan dari Sucofindo,” ujar Danis, pada 24 Agustus 2024.

Bendungan Sepaku Semoi Disiapkan untuk Menambah Pasokan
Selain mengandalkan Intake Sungai Sepaku, IKN memiliki Bendungan Sepaku Semoi sebagai infrastruktur pendukung penyediaan air baku. Bendungan dengan kapasitas tampung sekitar 16 juta meter kubik tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan air di IKN dan wilayah Balikpapan.

Dalam data rencana pengembangan yang disampaikan, suplai air baku dari bendungan menuju Intake Sepaku ditargetkan dapat ditambah melalui skema suplesi dengan kapasitas 100 liter per detik. Untuk pengembangan berikutnya, kapasitas pasokan direncanakan mencapai 1.500 liter per detik bagi IKN dan 1.000 liter per detik bagi Balikpapan.

Namun, kapasitas yang direncanakan perlu dibedakan dari debit yang benar-benar tersedia dan dialirkan dalam operasional sehari-hari. Ketersediaan air baku juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.