Menurut Shintya, enam pilar tersebut harus dibangun secara bersamaan. Kelembagaan yang kuat tidak akan cukup tanpa data pemilih yang akurat. Begitu pula pendidikan politik harus mampu membuat masyarakat bukan hanya memahami pemilu, tetapi juga terdorong untuk berpartisipasi secara aktif.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan kelompok masyarakat tertentu tidak tertinggal dalam proses demokrasi.
Prinsip inklusivitas dan aksesibilitas, kata Shintya, harus menjadi bagian dari penyelenggaraan pemilu. Sementara integritas, transparansi, dan pengawasan harus terus dijaga agar kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi tetap kuat.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak sekadar diposisikan sebagai pemilih yang datang ke TPS, mencoblos, kemudian pulang.
“Pemilu yang berkelanjutan bukan hanya tentang memastikan masyarakat datang ke TPS dan memberikan suara. Lebih dari itu, kita harus memastikan bahwa setiap warga negara memiliki pengetahuan yang memadai, memperoleh akses yang setara, memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, dan memiliki kepercayaan terhadap proses demokrasi,” tegasnya.
Karena itu, Shintya mengajak penyelenggara pemilu, pemerintah, peserta pemilu, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya untuk mengambil peran dalam menjaga kualitas demokrasi.
Baginya, keberhasilan pemilu tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya pemungutan dan penghitungan suara. Ada pertanyaan yang lebih penting, apa yang diperbaiki setelah pemilu selesai?
“Setiap penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Brebes harus meninggalkan pembelajaran dan perbaikan untuk masa depan,” ujar Shintya.
Dengan pola tersebut, Shintya berharap kepemiluan di Brebes dapat berkembang menjadi proses demokrasi yang tidak hanya rutin setiap lima tahun, tetapi semakin inklusif, berintegritas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Beranda
Politik
Bukan Sekadar Coblosan 5 Tahunan, Shintya Sandra Kusuma Soroti 6 Masalah Pemilu di Brebes
Bukan Sekadar Coblosan 5 Tahunan, Shintya Sandra Kusuma Soroti 6 Masalah Pemilu di Brebes
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Penelitian Mendalam Diperlukan Sebelum Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Nasional JAKARTA – Ketua Komisi X DPR,…

Selain dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren, Gus Alam juga berperan penting di PKB Jateng sebagai…

Terlihat mulai dari Bupati, Bulog, Dandim, seluruhnya bergotong royong melaksanakan instruksi presiden untuk menyerap gabah…









