ISPA Melonjak di Brebes, 280 Pasien Ditangani RSUD dan IGD Nyaris Penuh

Pasien di IGD RSUD Brebes saat terjadi lonjakan kasus ISPA pada September 2026
Pelayanan pasien di RSUD Brebes di tengah meningkatnya kunjungan warga dengan keluhan ISPA sepanjang September 2026. (Foto: Istimewa)

BREBES – Lonjakan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mulai membebani pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes. Dalam kurun kurang dari satu bulan, rumah sakit mencatat 280 pasien ISPA, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan anak-anak.

Data manajemen RSUD Brebes mencatat, sepanjang 1 hingga 24 September 2026, terdapat 280 pasien ISPA yang mendapatkan pelayanan.

Dari jumlah tersebut, 275 pasien menjalani rawat jalan, sedangkan lima pasien lainnya harus menjalani rawat inap. Pasien rawat inap terdiri dari satu orang dewasa dan empat anak-anak.

Dominasi pasien anak terlihat cukup mencolok. Dari 275 pasien rawat jalan, sebanyak 246 merupakan anak-anak, sementara pasien dewasa tercatat 29 orang.

Direktur RSUD Brebes, drg Adhi Supriadi, mengatakan peningkatan kunjungan pasien dengan gangguan pernapasan mulai terlihat sepanjang September.

“Data dari 1 sampai 24 September, pasien dengan gangguan ISPA ada 280 pasien yang didominasi anak-anak,” kata Adhi, Jumat (25/9/2026).

Perubahan Cuaca Jadi Perhatian

Peningkatan pasien tersebut terjadi di tengah perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu meningkatnya gangguan saluran pernapasan.

Menurut Adhi, fenomena peningkatan keluhan pernapasan tidak hanya terjadi di Brebes. Pihak rumah sakit juga menerima informasi mengenai kondisi serupa di sejumlah wilayah regional Asia Tenggara.

Selain ISPA, RSUD Brebes turut menangani pasien dengan keluhan yang oleh pihak rumah sakit disebut sebagai “superflu”.

Adhi menyebut adanya influenza A subtipe H3N2 yang menjadi perhatian karena pada sebagian pasien dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan flu biasa.

Pasien dengan kondisi lebih berat bahkan membutuhkan penanganan rumah sakit hingga rawat inap.