ISPA Melonjak di Brebes, 280 Pasien Ditangani RSUD dan IGD Nyaris Penuh

Pasien di IGD RSUD Brebes saat terjadi lonjakan kasus ISPA pada September 2026
Pelayanan pasien di RSUD Brebes di tengah meningkatnya kunjungan warga dengan keluhan ISPA sepanjang September 2026. (Foto: Istimewa)

Keluhan yang muncul tidak sebatas batuk dan pilek. Sebagian pasien juga mengalami radang tenggorokan dan kondisi tubuh yang lebih lemah sehingga membutuhkan pemeriksaan serta penanganan medis.

IGD Nyaris Penuh, Pasien Sampai Ditangani di Kursi Roda

Lonjakan kunjungan pasien ikut berdampak pada kapasitas pelayanan RSUD Brebes.

Dalam tiga hari terakhir, tingkat keterisian tempat tidur di IGD maupun ruang perawatan disebut hampir selalu penuh. Akibatnya, antrean pasien meningkat dan waktu pelayanan menjadi lebih panjang.

Bahkan ketika tempat tidur IGD tidak tersedia, sejumlah pasien terpaksa mendapatkan penanganan sementara menggunakan kursi roda.

Manajemen rumah sakit pun menerapkan sistem prioritas berdasarkan tingkat kegawatdaruratan. Pasien yang datang lebih dulu tidak otomatis mendapatkan pelayanan lebih dahulu karena kondisi yang lebih darurat akan menjadi prioritas.

Adhi menjelaskan RSUD Brebes tetap berkewajiban memberikan pelayanan kepada pasien. Namun, ketika kapasitas rumah sakit terbatas, pasien dengan kondisi yang tidak memerlukan penanganan darurat dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit lain.

“Kami tidak boleh menolak pasien, tetapi kami juga realistis melihat kapasitas yang terbatas,” ujarnya.

Menurutnya, pasien yang kondisinya tidak terlalu berat dan tidak mutlak membutuhkan pelayanan IGD dapat diberikan pilihan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat apabila membutuhkan rawat inap.

Orang Tua Diminta Waspadai Gejala pada Anak

Tingginya jumlah pasien anak menjadi perhatian tersendiri di tengah meningkatnya kasus gangguan pernapasan.

Orang tua diminta tidak mengabaikan gejala yang muncul pada anak, terutama apabila kondisi semakin memburuk atau mulai mengganggu aktivitas dan kondisi umum anak.

Pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala gangguan pernapasan semakin berat atau pasien menunjukkan tanda-tanda yang membutuhkan pertolongan segera.