BATANG – Dugaan keracunan massal setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memicu langkah evaluasi besar-besaran.
Wakil Bupati Batang Suyono memanggil seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Batang untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG.
Langkah tersebut dilakukan setelah ratusan penerima manfaat MBG di Kecamatan Bawang mengalami keluhan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis.
Pemkab Batang sebelumnya mencatat jumlah korban dugaan keracunan mencapai 498 orang. Sekitar 200 orang di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Kasus tersebut menjadi sorotan karena menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat melalui program MBG.
Seluruh SPPG Jadi Sasaran Evaluasi
Wabup Batang Suyono yang juga menjadi Ketua Satgas MBG Kabupaten Batang mengambil langkah dengan memanggil para pengelola SPPG. Evaluasi tidak hanya diarahkan kepada SPPG di Kecamatan Bawang, tetapi mencakup pelaksanaan program secara lebih luas.
Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh dapur MBG menjalankan standar operasional, sanitasi, keamanan pangan, hingga prosedur distribusi makanan sesuai ketentuan.
Langkah evaluasi tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian Pemkab Batang sebelumnya. Pada Juni 2026, Satgas MBG juga menyatakan akan mengevaluasi perizinan, sanitasi, sarana prasarana, serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis seluruh SPPG. Kasus di Bawang kini membuat pengawasan terhadap dapur-dapur MBG kembali menjadi perhatian serius.
SPPG Bawang Disuspend 30 Hari
Sementara itu, SPPG Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang telah dihentikan sementara atau disuspend selama 30 hari setelah ratusan penerima manfaat MBG diduga mengalami keracunan. Kepala KPPG Semarang Hadiriajaya menyebut kasus tersebut masuk kategori suspend berat berdasarkan jumlah korban.
Evaluasi lebih lanjut masih dilakukan untuk menentukan keberlanjutan operasional SPPG tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran yang memenuhi ketentuan, penghentian operasional dapat berkembang menjadi penutupan permanen.
Penyebab Keracunan Masih Ditelusuri
Meski jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan cukup besar, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Pemkab Batang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui sumber masalah dan memastikan apakah keluhan kesehatan para penerima MBG berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.
Ratusan Warga Diduga Keracunan MBG, Wabup Batang Panggil Seluruh Pengelola SPPG

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

RSUD Brebes mencatat 280 pasien ISPA sepanjang 1-24 September 2026. Sekitar 80 persen pasien merupakan anak-anak dan IGD nyaris penuh.

Buntut dugaan keracunan massal MBG di Bawang, Batang, SPPG Bela Batang Sejahtera disuspend 30 hari. Hasil evaluasi akan menentukan apakah dapur kembali beroperasi atau ditutup permanen.

BATANG – Kasus dugaan keracunan massal setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang,…

Tawaran kerja di dapur MBG justru berujung perkara. Seorang pria di Brebes diduga meminta uang Rp1 juta hingga Rp7 juta kepada warga yang ditawari pekerjaan dan peluang menjadi supplier SPPG. Kasusnya kini ditangani Polres Brebes.

BREBES – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes membuka layanan Restoring Family Links (RFL) untuk…







