1,78 Juta Orang Kena ISPA akibat Karhutla 2026, Potensi Kerugian Rp123 Triliun

Petugas relawan menggunakan alat pemadam manual memadamkan kebakaran hutan dan lahan karhutla dikelilingi asap pekat.
Aksi relawan saat berjibaku memadamkan kobaran api karhutla yang kian meluas. (Foto: Dok BNPB)

Di sektor kesehatan, paparan asap tebal mengakibatkan 1,78 juta orang terdiagnosis Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), menandai lonjakan kasus sebesar 78%.

Biaya kesehatan yang harus ditanggung—mencakup biaya pengobatan langsung hingga hilangnya pendapatan akibat tidak dapat bekerja—mencapai Rp9,75 triliun.

Beban Ganda bagi Masyarakat

Krisis karhutla ini pada akhirnya menempatkan beban berlapis pada masyarakat. Lonjakan kasus penyakit pernapasan berpotensi menekan klaim BPJS Kesehatan, sementara daya beli warga korban bencana terus tergerus.

Di saat yang sama, hilangnya potensi penerimaan negara dan daerah mengurangi dana yang seharusnya dapat dialokasikan untuk pembangunan.