Setor PNBP Rp10 Miliar, Nelayan Kluwut Brebes Malah Patungan Keruk Sungai

Nelayan Kluwut Brebes patungan mendatangkan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur sungai
Dua alat berat dikerahkan untuk mengeruk endapan lumpur di alur sungai menuju Pelabuhan Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Pengerukan dilakukan secara swadaya oleh para pemilik kapal nelayan. (Foto: Istimewa)

Minta Pelabuhan Kluwut Ditata
HNSI Kabupaten Brebes mendorong pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian terhadap kondisi Pelabuhan Kluwut. Rudi menegaskan, kebutuhan nelayan bukan semata-mata pengerukan sungai. Mereka juga menginginkan penataan pelabuhan agar persoalan pendangkalan tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas melaut.

“Harapannya ada hak dan perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, bisa membantu keinginan nelayan kami dalam bentuk penataan Pelabuhan Kluwut,” tegas Rudi.

Ia berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan mencari solusi jangka panjang. Sebab, selama alur sungai terus mengalami pendangkalan, kapal nelayan akan tetap menghadapi risiko kandas saat keluar maupun masuk pelabuhan.

“Kami berharap pemerintah melihat kondisi ini secara serius. Nelayan memberikan kontribusi, tetapi ketika membutuhkan penataan pelabuhan, kami masih harus bergerak sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pengguna Aplikasi Fiktif Absensi ASN Pemkab Brebes Tembus 3000 Orang, Bupati: Itu Korupsi