“Dari hasil pemantauan panitia, jumlah pengunjung Brebes Expo dan pasar malam ini mencapai lebih dari dua puluh lima ribu orang,” ujar Sutaryono.
Ia menjelaskan, besaran omzet setiap pelaku usaha berbeda, bergantung pada jenis produk, lokasi stan, wahana, serta tingkat permintaan konsumen.
Brebes Expo 2026 melibatkan sebanyak 225 pelaku UMKM, selain peserta pameran dari perangkat daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, dan berbagai mitra kegiatan. Menurut Sutaryono, keterlibatan berbagai pihak tersebut membuat Expo menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, serta berbagai potensi daerah.
Selain aktivitas UMKM, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta pameran melalui kategori stand/pameran terbaik. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) meraih Juara I, Dinas Perikanan Juara II, dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Juara III. Sementara itu, Sekretariat Daerah (Setda) meraih Harapan I, RSUD Harapan II, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Harapan III. Predikat Juara Favorit diberikan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas dan inovasi peserta dalam menyajikan informasi pembangunan serta potensi daerah.
Sutaryono juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Brebes beserta jajaran, Forkopimda, perangkat daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, perbankan, sponsor, peserta pameran, pelaku UMKM, media, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Brebes Expo 2026.
Malam terakhir Brebes Expo 2026 turut dimeriahkan Pribumi Official, Artura, FortySeven, dan Sanggar Seni Badra Dibya. Penutupan dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, Ketua Dekranasda beserta jajaran, tokoh masyarakat, tokoh agama, panitia HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Brebes, pelaku UMKM dan IKM, serta masyarakat.












