Karhutla Kembali Terjadi di Sejumlah Daerah, 48 Hektare Lahan Terbakar

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di salah satu wilayah terdampak. BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 48,47 hektare lahan dan kawasan hutan terbakar dalam sejumlah kejadian yang dilaporkan hingga Selasa (6/10/2026).

Kebakaran terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah; Kabupaten Pinrang dan Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan; serta Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Sebagian besar api telah berhasil dipadamkan dan petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Di Kabupaten Tojo Una-Una, kebakaran lahan terjadi di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana, Senin (5/10) sekitar pukul 10.52 WITA. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan desa serta masyarakat melakukan pemadaman. Api telah berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi masih dipantau petugas.

16 Hektare Lahan Terbakar di Pinrang

Kebakaran dengan luasan lebih besar terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Karhutla yang terjadi sejak Sabtu (3/10) sekitar pukul 17.30 WITA itu membakar lahan sekitar 16 hektare.

Lokasi kebakaran berada di wilayah Kecamatan Mattiro Bulu dan Kecamatan Patampanua. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar enam hektare lahan terbakar di Desa Pananrang dan sekitar 10 hektare di Desa Sipatuo.

Kebakaran diduga dipicu kelalaian manusia. Namun, penyebab tersebut masih menjadi bagian dari proses penanganan dan pendataan di lapangan. Api berhasil dipadamkan pada Senin (5/10).

Karhutla di Sidrap Masih dalam Penanganan Kedaruratan

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Senin (5/10) sekitar pukul 11.00 WITA. Kebakaran melanda sekitar 1,47 hektare lahan di Kecamatan Mattiro Bulu dan Kecamatan Watang Sidenreng.

Wilayah terdampak meliputi Desa Padaidi dan Kelurahan Bentengnge di Kecamatan Mattiro Bulu serta Desa Talumae di Kecamatan Watang Sidenreng. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas pemadam kebakaran, TRC BPBD dan masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Api telah berhasil dikendalikan.