Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, mengatakan Program ICARE merupakan gerakan transformasi menuju pertanian modern yang bertumpu pada penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kesejahteraan petani.
Menurut Hendri, penerapan sistem PM-AAS menunjukkan hasil yang menggembirakan. Jika metode budidaya konvensional rata-rata menghasilkan 5 hingga 6 ton gabah per hektare, melalui sistem PM-AAS hasil panen berdasarkan sampling mampu mencapai 10,2 ton per hektare.
“Koperasi tani yang terbentuk menjadi fondasi penting bagi pengembangan korporasi petani di masa depan,” katanya.
Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, menjelaskan Program ICARE merupakan program strategis Kementerian Pertanian yang didukung pendanaan dari World Bank.
Di Jawa Tengah, program tersebut dipusatkan di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, yang mencakup delapan desa dengan komoditas unggulan padi dan pisang.
Program ICARE dilaksanakan selama lima tahun, yakni sejak 2022 hingga direncanakan berakhir pada 2027.
Melalui program tersebut dikembangkan berbagai unit usaha berbasis koperasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, jasa alat dan mesin pertanian (alsintan), pengolahan pascapanen padi dan pisang, hingga layanan permodalan.












