Karena itu, pemilik kendaraan yang memiliki tunggakan diimbau memanfaatkan periode program tersebut sebelum berakhir pada 28 Desember 2026.
Pajak Progresif Ikut Dihapus
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam kebijakan kali ini adalah penghapusan pajak progrelebi Selama program berlangsung, pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari satu kendaraan tidak dikenakan tarif pajak berjenjang untuk kendaraan kedua, ketiga dan seterusnya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian insentif pajak kendaraan yang diberikan Pemprov Jateng sepanjang 2026. Sebelumnya, pemerintah daerah juga sempat memberikan insentif berupa potongan nilai pajak sebesar 5 persen pada Februari 2026.
Pemprov Jateng berharap berbagai stimulus tersebut dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.
Masrofi juga mengingatkan bahwa penerimaan pajak pada akhirnya kembali digunakan untuk kepentingan masyarakat, termasuk mendukung pembangunan fasilitas publik, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur jalan di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Denda Pajak Kendaraan di Jateng Dihapus Mulai 21 September, Pajak Progresif Juga Gratis!

Rekomendasi untuk kamu

Wagub Jateng Taj Yasin memastikan anak-anak terdampak penggeledahan dua lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar mendapat pendampingan psikologis dan jaminan pendidikan.

Penggerebekan pondok pesantren putri di Sukoharjo pada dini hari menyisakan kontroversi. Pengurus mengungkap dugaan intimidasi terhadap santriwati di bawah umur hingga penyitaan barang-barang senilai puluhan juta rupiah.

Polisi menggeledah dua ponpes di Karanganyar dan Sukoharjo terkait pembakaran warung mi babi. Sekitar 27 orang diperiksa sebagai saksi.

Kebakaran hutan Gunung Lawu menyisakan satu titik api pada 26 Oktober 2026. Sebanyak 34 kali water bombing telah dilakukan dengan total 68.000 liter air.

Selisih 382.000 Liter Jadi Fokus Penyelidikan Perbedaan volume dalam dokumen menjadi salah satu persoalan utama…







