Hadapi Era Generate AI dan Deep Learning: Prodi PEP UST Ajak Pamong Tamansiswa Jakarta Jadi Guru Humanis

Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi PEP UST di Tamansiswa Jakarta (foto: redaksi)

JAKARTA – Mahasiswa dan dosen Program Studi Penelitian Evaluasi Pendidikan (PEP) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Perguruan Tamansiswa Cabang Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026. Pengabdian masyarakat ini bertema “Transformasi Penilaian Pendidikan di Era Generative AI dan Deep Learning: Membangun Asesmen Adaptif, Etis, dan Berbasis Kompetensi Abad 21” guna mewujudkan Catur Dharma sivitas akademika UST.

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Pascasarjana UST Dr. Rejokirono, M.Pd, Ketua Prodi PEP Dr. Suyono, M.Pd dan para narasumber dari dosen dan mahasiswa UST: Dr. Yuli Prihatni, M.Pd, Dr. Arie Setiawan, S.Sos.I, M.Pd, dan Mia Ayu Nadia. Turut pula Ketua Cabang Perguruan Tamansiswa Jakarta Nyi Sri Finayani dan Ki Prono Aji selaku Panitera Tamansiswa Jakarta. PKM ini diikuti oleh para audiens dari seluruh pamong (guru) Tamansiswa Jakarta, Matraman, dan Bogor.

Kegiatan ini dibuka pukul 14.00 WIB oleh pembawa acara. Kemudian, sambutan-sambutan disampaikan oleh Nyi Sri Finayani dan Ki Prono Aji. Setelah itu, Dr. Rejokirono, M.Pd yang menegaskan kepada audiens pentingnya memberikan segala daya dan kompetensi yang terbaik untuk Tamansiswa. Pembukaan ini diakhiri dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama antara Perguruan Tamansiswa Jakarta dengan Prodi PEP, dan Memorandum of Agreement (MoA) Perguruan Tamansiswa Jakarta dengan Sekolah Pascasarjana UST.

Pada sesi inti, Dr. Yuli Prihatni, M.Pd memaparkan tentang “Keanekaragaman Karakter Budaya Berdasarkan Nilai-nilai Psikologi dan Implementasinya”. Dalam Materinya, beliau menekankan bahwa nilai psikologis dapat membangun hubungan profesionalisme dengan teman sejawat.
“Nilai psikologis bukan hanya menjadi landasan guru dalam mendidik siswa, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun hubungan profesionalisme dengan teman sejawat.” tegas Dr. Yuli.

Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh pemaparan Dr. Arie Setiawan, S.Sos.I, M.Pd yang memberikan praktik baik dan motivasi kepada para audiens untuk menulis buku hingga dapat diterbitkan. Materi terakhir disampaikan oleh salah satu mahasiswa PEP, Mia Ayu Nadia yang mempresentasikan jurnal ilmiahnya yang bertajuk “Transformasi Penilaian Pendidikan Di Era Generative AI dan Deep Learning: Membangun Asesmen Adaptif, Etis, dan Berbasis Kompetensi Abad 21.” Mia menyebutkan, transformasi asesmen abad 21 tidak sekadar digitalisasi ujian tradisional.
“Transformasi ini bukan sekadar digitalisasi ujian tradisional. Ini adalah evolusi menuju augmented intelligence, dimana teknologi memperluas kapasitas analitis, memungkinkan guru untuk kembali ke peran fundamental mereka sebagai mentor, fasilitator, dan pembimbing humanis”.

Kegiatan berlanjut pada sesi tanya jawab dengan 3 pertanyaan dari audiens kepada para narasumber. Diskusi berlangsung interaktif hingga akhir kegiatan.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan bagian nyata dari perwujudan Catur Dharma dosen dan mahasiswa pascasarjana UST.
“Tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan Catur Dharma sivitas akademika UST, yakni pengajaran, penelitian, pengabdian, dan pengembangan budaya.” terang Dr. Suyono, M.Pd.

Pihak Tamansiswa Jakarta menyambut baik kegiatan ini karena mendapat pembinaan, bimbingan, maupun pengarahan langsung dari sivitas akademika UST.
“Tamansiswa Jakarta akan selalu menyambut baik para dosen UST dengan tangan terbuka, sebuah kehormatan dapat bekerja sama dengan UST” ucap Nyi Sri Finayani dalam sambutannya. ***IR


Baca Juga  Kisah Zaki Adnan, Pelajar SMPN 4 Cirebon yang Siap Bersaing di Timnas U-15 Tiongkok