“Perubahan SSH cukup berpengaruh karena terjadi sampai tiga kali. Namun, setelah proses penyesuaian dilakukan, pelaksanaan pekerjaan mulai berjalan signifikan,” ujar La Ode Vindar Aris Nugroho.
Ia menjelaskan, mulai 14 Juli 2026, proses pengadaan melalui mekanisme mini kompetisi telah dilakukan dan disampaikan kepada bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ). Proses tersebut dilakukan secara bertahap dengan target sekitar lima paket per hari.
Sementara itu, progres fisik pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 48 persen. Berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan meliputi jambanisasi, peningkatan jalan lingkungan, pembangunan jalan, pembangunan drainase lingkungan, serta pembangunan penerangan jalan lingkungan.
Secara keseluruhan, Dinperwaskim Kabupaten Brebes menargetkan 128 paket pekerjaan konstruksi pada tahun 2026. Seluruh paket tersebut terus didorong agar dapat terlaksana sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
La Ode menegaskan, meskipun terdapat sejumlah tantangan berupa perubahan harga dan mekanisme pengadaan, pemerintah tetap berupaya memastikan program pembangunan infrastruktur perumahan dan lingkungan dapat berjalan serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Brebes.
Serapan Anggaran Brebes Semester I Capai Rp1,285 Triliun atau 50 Persen

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Tiga pelajar kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit sepanjang dua meter saat Satlantas…

BREBES – Pengakuan seorang pemuda, Hadi El Syarif (24), warga Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten…

Riset CELIOS mencatat kerugian akibat Karhutla 2026 tembus Rp123 Triliun. Tak hanya Kalimantan Barat, krisis asap kini meluas hingga Papua Barat dan NTT serta menyebabkan 1,78 juta orang terserang ISPA.

BREBES – Seorang pemuda sebatang kara ditemukan meninggal di dalam rumahnya di Desa Dukuhturi Kecamatan…

Singapura menerbitkan pemberitahuan pencegahan kepada tujuh perusahaan yang diduga terkait karhutla di Indonesia. Simak daftar perusahaan dan tuntutan NEA.







