Untuk menelusuri sumber kebakaran dan pergerakan asap, otoritas Singapura memanfaatkan informasi titik panas, citra satelit, serta data meteorologi.
Informasi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi lokasi kebakaran dan menilai kemungkinan hubungan antara asap yang mencapai Singapura dengan lahan yang terbakar di Indonesia.
Persoalan ini membuat pengawasan terhadap konsesi perusahaan menjadi penting. Keberadaan api di dalam suatu konsesi perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan mengenai sumber kebakaran, upaya pencegahan yang telah dilakukan, serta langkah pemadaman yang dikerahkan pengelola lahan.
Dengan demikian, penanganan karhutla tidak cukup berhenti pada pemadaman api. Transparansi perusahaan dan penegakan hukum yang konsisten juga diperlukan agar kebakaran tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Perusahaan lain juga diselidiki
Sorotan terhadap tujuh perusahaan tersebut bukan satu-satunya perkembangan dalam penanganan kabut asap lintas negara.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit Kencana Agri, yang tercatat di bursa Singapura, juga menghadapi pertanyaan dari Singapore Exchange Regulation terkait kebakaran di area konsesi anak perusahaannya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.
Kencana Agri menyebut kebakaran terjadi di sekitar 62 hektare lahan dalam area konsesi yang dikelola anak perusahaannya. Perusahaan menyatakan api merambat dari lahan sekitar dan bukan berasal dari kegiatan operasional mereka.
Pernyataan tersebut merupakan penjelasan dari pihak perusahaan dan tidak boleh disamakan dengan kesimpulan independen mengenai penyebab kebakaran.
Pemeriksaan terhadap berbagai konsesi memperlihatkan bahwa penelusuran sumber karhutla membutuhkan data yang kuat, keterbukaan informasi, serta kerja sama antarlembaga dan antarnegara.
Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya menemukan titik api, melainkan memastikan setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab menjalankan kewajibannya.
Tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban yang tegas, kabut asap berisiko terus menjadi persoalan berulang yang merugikan masyarakat dan lingkungan.













