Persoalan semakin menjadi pertanyaan bagi Enden setelah pihak rumah sakit menyampaikan bahwa penyebab kondisi kritis istrinya berkaitan dengan serangan jantung.
Enden mengaku tidak menerima begitu saja penjelasan tersebut. Sebab, menurutnya, Warsinah tidak memiliki riwayat penyakit jantung yang diketahuinya. “Dari pihak rumah sakit mengatakan jantung, serangan jantung. Sedangkan istri saya tidak ada riwayat serangan jantung,” ujarnya.
Enden mengatakan, selama ini istrinya memang beberapa kali berobat karena mengalami keluhan seperti menggigil atau masuk angin. Namun, menurutnya, tidak pernah ada dokter yang menyampaikan bahwa istrinya memiliki penyakit jantung.
Atas kejadian tersebut, Enden mengaku memiliki kecurigaan terhadap kematian istrinya. Ia berharap terdapat pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematian Warsinah secara jelas. “Saya ingin ada tindak berikutnya yang membenarkan bahwa istri saya itu meninggal tidak wajar,” katanya.
Enden bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum dan berencana menuntut pihak rumah sakit agar persoalan tersebut dapat diusut secara terang. “Saya pengin menuntut rumah sakit,” tegasnya.
Sementara itu, Manager Pelayanan Medis RS Bhakti Asih Brebes, dr. Septa Widya Pintaka menjelaskan, terkait keterangan keluarga yang menyebut pasien mengalami kejang hanya beberapa detik setelah mendapatkan suntikan, pihak rumah sakit memberikan penjelasan berbeda berdasarkan catatan rekam medis elektronik.
Dokter menyebut seluruh tindakan medis dan kondisi pasien dicatat melalui rekam medis elektronik secara real-time. Setelah dilakukan pengecekan terhadap catatan tersebut, waktu antara pemberian injeksi lansoprazole dengan terjadinya kejang disebut memiliki jeda sekitar satu hingga dua jam.
“Setelah kami cross check dengan rekam medisnya, ternyata kejang itu berjarak satu sampai dua jam post pemberian injeksinya,” jelas Dokter Septa kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).
Menurut catatan rumah sakit, injeksi lansoprazole diberikan sekitar pukul 00.30 atau 01.00 WIB. Sementara pasien mengalami kejang sekitar pukul 02.00 hingga 02.30 WIB.
Dengan demikian, pihak rumah sakit menyatakan berdasarkan rekam medis elektronik, kejang tidak terjadi dalam hitungan detik setelah injeksi sebagaimana disampaikan pihak keluarga.
Pihak rumah sakit juga menyebut bahwa pemberian lansoprazole bukan merupakan terapi baru bagi pasien, melainkan obat lambung yang telah diberikan sejak awal pasien menjalani perawatan.






