Karhutla Masih Terjadi di Sejumlah Daerah
Ancaman karhutla juga masih terjadi di sejumlah daerah memasuki periode musim kemarau.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, karhutla dan kekeringan masih menjadi jenis bencana yang mendominasi laporan kejadian hingga Selasa (1/9/2026) pukul 07.00 WIB.
Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, kebakaran lahan terjadi di Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, sejak Kamis (27/8) sekitar pukul 11.10 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan sekitar tujuh hektare. Tim gabungan baru berhasil memadamkan api pada Senin (31/8).
Meski api telah berhasil dikendalikan, jalur pendakian di kawasan tersebut masih ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan bagi pendaki. Karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (31/8) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran lahan dan sampah. Api kemudian meluas ke beberapa wilayah, yakni Desa Karkitan di Kecamatan Bayat, Desa Dlimas di Kecamatan Ceper, serta Desa Banaran dan Desa Segaran di Kecamatan Delanggu.
Total lahan yang terdampak mencapai sekitar 11,1 hektare. Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran pada hari yang sama dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kekeringan Mulai Berdampak pada Warga
Selain kebakaran, dampak musim kemarau juga mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kekeringan menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Salah satu wilayah terdampak berada di Desa Ujung Loe, Kecamatan Manyapa, pada Senin (31/8).
Sebanyak 18 kepala keluarga atau 72 jiwa terdampak kondisi tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Kabupaten Bulukumba menyalurkan bantuan air bersih sebanyak satu tangki berkapasitas 5.000 liter.
BNPB Minta Warga Waspadai Karhutla
Menghadapi musim kemarau, BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman karhutla maupun kekeringan.
Pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat juga diimbau tidak membakar lahan atau sampah secara sembarangan. Puntung rokok juga tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat menjadi sumber api dan memicu kebakaran.
Di wilayah yang terdampak karhutla, masyarakat disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan asap.
Sementara di daerah yang mengalami keterbatasan air bersih, penggunaan air secara bijaksana perlu dilakukan.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi terkait. Jika menemukan titik api, potensi kebakaran, atau kondisi darurat lainnya, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui Pusat Telepon BNPB 117 maupun BPBD setempat.












