SIDOARJO — Kasus dugaan keracunan makanan massal melanda ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Para santri dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kronologi Kejadian Awal
Peristiwa ini bermula ketika para santri mengonsumsi menu MBG pada waktu makan siang. Tak lama setelah melaksanakan salat Asar, sejumlah santri mulai mengeluhkan keluhan fisik secara bersamaan.
Perwakilan Pihak Ponpes Manba’ul Hikam, Ustadz M. Imron, menceritakan awal mula timbulnya gejala massal tersebut di area pesantren.
“Dimulai pasca makan siang, lalu sekitar jam 4 sore setelah salat Asar anak-anak mulai mengeluh pusing, mual, dan muntah. Jumlahnya terus bertambah secara drastis hingga malam hari,” ungkap Imron.
Melihat jumlah korban yang melonjak pesat, penanganan darurat langsung dilakukan dengan mengerahkan puluhan armada ambulans untuk mengevakuasi para santri ke berbagai fasilitas kesehatan.
Update Terkini dan Penanganan Medis
Hingga Rabu (2/9/2026), jumlah korban dilaporkan tembus lebih dari 500 santri dari berbagai jenjang pendidikan. Para korban didistribusikan ke delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk mendapat perawatan medis intensif.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, meninjau langsung penanganan korban di RSUD R.T. Notopuro dan mengonfirmasi kondisi para santri.
”Fokus utama kita saat ini adalah keselamatan dan kesembuhan adik-adik santri. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan penanganan di seluruh rumah sakit berjalan cepat. Sebagian santri yang kondisinya membaik sudah diperbolehkan pulang,” tegas Emil Dardak saat ditemui di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Beberapa rumah sakit rujukan yang menampung para santri di antaranya:
- RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo
- RSI Siti Hajar
- RS Delta Surya
- RS Bhayangkara Pusdik Porong
- RSU Aisyiyah Siti Fatimah
- RS Pusura Candi
Tindak Lanjut dan Investigasi
Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo langsung bergerak cepat untuk mengidentifikasi penyebab pasti dugaan keracunan ini.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Dr. Laksmie Herawati, menyatakan bahwa pihak laboratorium telah mengamankan sampel makanan dari katering penyedia.
”Tim epidemiologi kami sudah mengambil sampel sisa makanan MBG dari lokasi kejadian. Sampel tersebut saat ini sedang diuji di laboratorium kesehatan untuk memastikan adanya bakteri atau kandungan zat beracun tertentu,” jelas Dr. Laksmie.
Buntut dari insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah yang menjadi pemasok makanan ke ponpes tersebut hingga proses investigasi selesai.












