Dinsperwaskim Brebes Tindaklanjuti Viral Rumah Lansia Rusak Akibat Banjir Bandang

Dinperwaskim Brebes
Kepala Dinperwaskim melakukan verifikasi terkait kondisi seorang lansia bernama Kasni (79), warga Dukuh Campur, Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan. (Foto: Istimewa)

BREBES – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes bergerak cepat merespon video viral di media sosial, khususnya Instagram, terkait kondisi seorang lansia bernama Kasni (79), warga Dukuh Campur, Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan.

Kasni, yang akrab disapa Ma Gede, diketahui tinggal seorang diri tanpa anak. Rumah yang ditempatinya mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir bandang dari Sungai Babakan yang meluap di sekitar permukiman warga. Ketinggian air saat kejadian dilaporkan mencapai sekitar 1,8 hingga 1,9 meter.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinperwaskim Kabupaten Brebes bergerak bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes dengan didampingi Sekretaris Desa, perangkat desa, serta Ketua RT setempat untuk melakukan asesmen dan verifikasi faktual (verval) di lokasi.

Langkah ini dilakukan atas arahan dan instruksi Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, guna memastikan penanganan cepat bagi warga terdampak, khususnya Ma Gede yang sangat membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Selain melakukan pendataan, tim juga menyalurkan bantuan sembako guna memenuhi kebutuhan sehari-hari Ma Gede.

Kepala Dinperwaskim Brebes, La Ode Vindar Aris Nugroho menyampaikan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan Baznas untuk membangun kembali rumah Ma Gede agar layak huni. Tidak hanya itu, pembangunan juga akan dilengkapi dengan fasilitas sanitasi seperti jamban dan septic tank, sehingga ke depan Ma Gede tidak lagi harus menggunakan sungai untuk aktivitas mandi, cuci, dan kakus.

“Setelah proses verifikasi selesai, kami akan segera menindaklanjuti pembangunan kembali rumah Bu Kasni bersama Baznas,” ujarnya, 1 April 2026.

Lebih lanjut, bantuan serupa juga direncanakan akan diberikan kepada warga lain yang terdampak banjir bandang Sungai Babakan, yang tersebar di beberapa desa, antara lain Desa Cikeusal Lor, Desa Cikeusal Kidul, Desa Buara, Desa Karangmalang, dan Desa Ketanggungan.

Hingga saat ini, petugas lapangan dari Dinperwaskim dan Baznas masih terus melakukan asesmen dan verifikasi bersama perangkat desa setempat guna memastikan data penerima bantuan tepat sasaran.
Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi warga terdampak serta meningkatkan kualitas hunian masyarakat pascabencana.