Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, 54 Orang Meninggal dan Hampir 10 Ribu Warga Mengungsi

Gempa NTT
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto saat mengecek kondisi korban gempa di Nusa Tenggara Timur. (Foto: Dok BNPB)

Kebutuhan Mendesak

Di tengah proses penanganan bencana, kebutuhan pengungsi masih cukup besar. Sejumlah wilayah melaporkan kebutuhan mendesak berupa tenda pengungsian, makanan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan bayi, peralatan penerangan, hingga kebutuhan sanitasi.

Di Kabupaten Manggarai, misalnya, dibutuhkan tenda pengungsi, beras, obat-obatan, air mineral, selimut, perlengkapan dapur, generator, genset KVA, serta kebutuhan lainnya bagi warga terdampak.

Sementara di Kabupaten Sikka, kebutuhan mencakup tenda, terpal, obat-obatan, generator, makanan siap saji, selimut, dan alat penerangan.

Kabupaten Ende juga membutuhkan sejumlah unit tenda pengungsi, terpal, buah selimut, makanan siap saji, serta kebutuhan penerangan.

Adapun Kabupaten Nagekeo membutuhkan sekitar 20 unit tenda pengungsi, paket makanan, air mineral, serta puluhan tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Kebutuhan serupa juga masih diperlukan di Kabupaten Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, terutama berupa tenda pengungsian, terpal, makanan siap saji, air mineral, selimut, perlengkapan dapur, serta peralatan penerangan.

Dengan jumlah pengungsi yang mencapai hampir 10 ribu orang, proses penanganan pascagempa membutuhkan dukungan lintas sektor dan distribusi bantuan yang cepat serta merata.

Pemerintah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan, evakuasi, penanganan korban, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama masa tanggap darurat berlangsung,” pungkasnya.

Baca Juga:  Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Jalur Lintas Sumut-Sumbar Mulai Terbuka Usai Tertimbun Longsor