Hampir 1.900 Hektare Terbakar, Satgas Karhutla Jambi Perkuat Operasi Darat dan Udara

Satgas gabungan menangani karhutla di lahan gambut Provinsi Jambi
Satgas gabungan memperkuat pemadaman dan pendinginan karhutla di Provinsi Jambi dengan operasi darat, pembuatan sekat bakar dan water bombing. (Foto: Dok BNPB)

JAMBI – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi diperkuat menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September 2026. Pemerintah daerah bersama tim gabungan memperketat pemadaman, pendinginan, hingga pencegahan agar api tidak kembali meluas.

Salah satu langkah utama dilakukan dengan mengoptimalkan satgas darat, terutama di wilayah lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terbakar kembali. Tim membuat sekat bakar, melakukan pendinginan secara intensif, serta memanfaatkan alat berat untuk memutus potensi jalur penyebaran api.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan, saat ini terdapat 5.984 personel yang tergabung dalam satgas darat. Jumlah tersebut kembali diperkuat sekitar 20 personel dari Basarnas, Brimob dan Batalyon Infanteri 142.

“Sekarang ada 5.984 orang tim darat dan kita arahkan untuk menambah sekitar 20 orang. Pada 3 September, baru diterbitkan surat keputusannya,” kata Bachyuni, Jumat (4/9/2026).

Sekat Bakar dan Kanal Air Jadi Strategi Utama
Menurut Bachyuni, tambahan personel akan difokuskan pada pemadaman dan pendinginan, terutama di lokasi yang api sebelumnya telah berhasil dikendalikan. Alat berat berupa ekskavator yang sebelumnya mendapat dukungan dari BNPB juga dimanfaatkan untuk membuat sekat bakar. Langkah ini dilakukan agar api tidak mudah merambat ke area lain.

Selain itu, tim darat akan membuat kanal-kanal air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk pemadaman maupun pendinginan. Namun, penanganan di lahan gambut tidak selalu mudah. Sejumlah titik sulit dijangkau alat berat sehingga pembuatan sekat bakar tidak bisa dilakukan secara maksimal.

“Kalau ada perkembangan dari Satgas Udara, mungkin ada pelebaran sedikit saja area terbakarnya. Karena kondisinya memang gambut, semalam sudah dilakukan upaya membuat sekat. Namun, ada daerah yang tidak bisa disekat karena alat berat tidak bisa masuk,” jelasnya.

Hampir 1.900 Hektare Lahan Terbakar
Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (3/9/2026), total luas lahan yang terbakar di Jambi mencapai 1.879,31 hektare. Dalam satu hari yang sama, estimasi tambahan area terbakar mencapai 47,5 hektare.

Dari luasan tersebut, 37 hektare berhasil dipadamkan, sementara 11,5 hektare masih dalam penanganan melalui operasi darat, water bombing dan operasi gabungan.

Dari 37 hektare yang telah dipadamkan, sebanyak 31 hektare ditangani satgas darat, sedangkan enam hektare lainnya dipadamkan melalui operasi water bombing.

Baca Juga:  Brebes Dipasok Air 200 Liter per Detik dari Bendungan Kuningan untuk 6 Kecamatan