Pengakuan pemuda bernama Hadi El Syarif ini sontak membuat geger kerabat dan tetangganya, yang tak menyangka pengakuan itu keluar dari seorang pemuda yang dikenal pendiam.
“Saya kaget, tiba-tiba ada polisi yang ramai-ramai datang ke rumah Hadi dan memasang garis polisi. Kita tahu informasi Hadi mengaku membunuh ayahnya juga dari media sosial. Di medsos rame,” kata Taryono, paman Hadi yang ditemui di rumahnya di Desa Kemukten, Jumat (16/10/2026).
Dari informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan bahwa Hadi memiliki dendam dengan ayahnya karena sang ayah malas bekerja. Ayahnya pun sering meminta rokok kepada istrinya (ibu Hadi), dengan cara memaksa. Kebiasaan itu berlangsung sejak lama yang akhirnya membuat Hadi emosi.
Bibi terduga pelaku, Ina (50), yang tinggal bersebelahan dengan keluarga Waslam membenarkan bahwa selama ini Waslam tidak bekerja dan kerap memaksa meminta rokok.
Ina menyebut bahwa kerabat dan tetangga hanya mengetahui bahwa Waslam sedang berjualan siomay di Kota Tegal. Mereka pun tak menaruh kecurigaan terhadap ketiadaan Waslam selama berbulan-bulan.
“Tetangga nggak ada yang merasa curiga. Kata Hadi memang Waslam lagi jualan siomay menggunakan sepeda motor. Kalau istrinya butuh uang dan tanya keberadaan Waslam, Hadi selalu mengatakan bahwa kebutuhan keluarganya dia yang tanggung,” ungkap dia.
Sementara itu, Hadi dikenal sebagai sosok pemuda yang penurut dan pendiam. Ia sangat menyayangi ibu dan kedua adiknya yang saat ini masih mengenyam pendidikan.
Sejak di bangku sekolah, Hadi dikenal sebagai anak yang pintar dan berprestasi. Usai lulus, ia pun giat bekerja apapun, termasuk kerja di salah satu pabrik sepatu.
Saat bekerja di pabrik itulah, Hadi mendapat kesempatan untuk membeli secar kredit sebuah rumah di kompleks perumahan subsidi di desanya.
Namun lantaran gajinya dianggap tak mencukupi, ia pun mengundurkan diri dari pekerjaannya dan mengamen di wilayah sekitar. Saat ini Hadi masih diamankan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.













